Tegal – Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Tegal menggelar Anugerah ‘’Mr. Besar Martokoesoemo Award’’ dan Launching dan Bedah Buku Terbitan Perpusda Kota Tegal tahun 2021. Acara tersebut berlangsung di Halaman Gedung Perpusda Jalan K.H. Ahmad Dahlan 12 Kota Tegal, Rabu (10/11).
Anugerah ‘’Mr. Besar Martokoesoemo Award’’ merupakan penghargaan kepada sejumlah tokoh yang dinilai telah berjasa dalam pembangunan literasi di Kota Tegal, pemustaka tergiat.
Peraih anugerah Mr. Besar Martokoesoemo Award tahun ini adalah dr. Roro Kusnabila Erfa Dedy Yon selaku Bunda Baca Kota Tegal, Haryo Guritno sebagai perintis Perpustakaan Umum Daerah Kota Tegal, S.N Ratmana dan Piek Ardijanto Soeprijadi selaku sastrawan angkatan 1966, Bontot Sukandar dari pekerja sastra, Naeni Herawati selaku pengelola perpustakaan kelurahan Kejambon, Nadiyatul Qomariyah tokoh perpustakaan sekolah yang sekaligus menjabat sebagai Kepala Sekolah SD Ihsaniyah Kota Tegal, Sismiyati tokoh perpustakaan sekolah yang juga sebagai Kepala Sekolah SMP N 1 Kota Tegal, Sri Indarwati tokoh perpustakaan sekolah sekaligus sebagai Kepala Sekolah SMK N 3 Kota Tegal dan Tedi Kartino tokoh dongeng dan Ketua Kampung Dongeng Jawa Tengah.
Sedangkan penghargaan pemustaka tergiat 2021 diberikan kepada Rahil Kayyisah Asma warga Jalan Teratai, Roidin Mahabu, SKM warga Dampyak, Nailal Husna warga Slerok, Daniroh warga Debong Tengah, Luqman Khosyi Fadlurrahman warga Panggung, Fitri Nurindahsari warga Kramat Mejasem, Budi Widjajasakti warga Mejasem Barat, Andito W. A. Prabowo warga Margadana, Wafi Ahdil Hafiz warga Mangkukusuman, Wiwit Cahyani jalan Durian Tegal.
Johardi sekaku Sekretaris Daerah Kota Tegal dalam sambutannya mengapresiasi giat tersebut, sekaligus menyatakan dukungan kepada Perpustakaan Umum Daerah Kota Tegal Mr. Besar Martokoesoemo. Dikatakannya, pembangunan di Kota Tegal tidak bisa lepas dari budaya, karena pembangunan juga melihat berbagai karakter warga di Kota Tegal, memenuhi hak-haknya.
“Inilah dinamika kehidupan, terkadang butuh perubahan, jadi mari kita gali terus potensi-potensi yang ada di Kota Tegal, hak-haknya harus terpenuhi dan tidak terkurangi suatu apapun. Tentu kalau kita akumulasi potensi-potensi warga Kota Tegal, menjadi kekuatan Kota Tegal,” ujar Johardi.
Melalui “Kinarya Perpusda 2021″ juga menghadirkan tokoh sastrawaan besar yakni Eko Tunas dalam bedah buku mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh Perpusda Kota Tegal yang mampu mengumpulkan karya cerpen remaja Kota Tegal dan dibukukan serta diterbitkan.
‘’Setiap orang bisa menulis. Makanya, menulislah dan menulislah, pengalaman dan pengalaman. Tulislah, maka kehidupan anda akan abadi,” ujar Eko.
Herviyanto dalam kesempatannya menyampaikan fenomena kegiatan literasi dan budaya di Kota Tegal, serta perkembangan Perpusda Mr. Besar Martokoesoemo, termasuk diantaranya inovasi-inovasi seperti Mr. Besar Corner yang dapat digunakan untuk menjadi mengekspos potensi-potensi Kota Tegal.
“Saya ingin, perpustakaan atau gerai buku harus hadir di semua ruang publik. Jadi bukan lagi gemar membaca, namun produksi. Harus hadir penulis-penulis baru yang masih origin. Saya ingin Perpusda menjadi sentra peradaban Kota Tegal, ” harapnya.