Apel Tandai Pemberlakuan PPKM Darurat Jawa-Bali di Kota Tegal

TEGAL – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat yang diinstruksikan Presiden Republik Indonesia se-Jawa-Bali mulai dilaksanakan di daerah-daerah. Kota Tegal mulai memberlakukan PPKM Darurat, ditandai dengan Apel Gelar Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Covid – 19 di Wilayah Jawa-Bali di Jl. Pancasila, Sabtu (3/6/2021).

Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kota Tegal, sekaligus Wali Kota Tegal H. Dedy Yon Supriyono bersama seluruh anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Tegal hadir dalam apel tersebut.

Dalam amanatnya, Dedy Yon menyampaikan bahwa Ia berharap ada sinergitas antara Pemerintah Kota Tegal TNI Polri dan juga seluruh Satgas Covid-19 di Kota Tega. Dedy Yon menghimbau kesiapan semua anggota Satgas selama pelaksanaan PPKM Darurat untuk melaksanakan tugas sesuai dengan tugas dan fungsinya.

“Kita berharap ada sinergitas antara Pemerintah Kota Tegal TNI/Polri dan juga seluruh Satgas Covid-19 di Kota Tegal. Harapan kita agar semuanya siap, dalam waktu yang sudah ditentukan tanggal 3-20 Juli, kita harus betul-betul ekstra ketat untuk melaksanakan tugas sesuai dengan porsinya masing-masing,” ujar Ketua Satgas Penanggulangan Covid-19 Kota Tegal.

Sesaat setelah melaksanakan apel Dedy Yon menyampaikan bahwa sesuai instruksi dari Pemerintah Pusat, selama pelaksanaan PPKM Darurat melarang setiap bentuk aktivitas/kegiatan yang dapat menimbulkan kerumunan. Wali Kota Tegal mengeluarkan Instruksi Wali Kota Tegal nomor 443/018 sebagai tindak lanjut dari pelaksaan PPKM Darurat se-Jawa Bali.

Dedy yon menyebutkan kebijakan Pemerintah Kota Tegal sesuai dengan Instruksi dari Presiden RI, bahwa PPKM Darurat ini dilaksanakan sama secara nasional, se-Jawa Bali. Sektor ekonomi pekerja non-esensial 100 persen bekerja dari rumah, untuk sektor esensial, Pemerintah memberlakukan kapasitas pekerja bekerja dari kantor maksimal 50 persen dengan protokol kesehatan. Sektor esensial meliputi keuangan dan perbankan, pasar modal, sistem pembayaran, teknologi informasi dan komunikasi, perhotelan non-penanganan karantina Covid-19, serta industri orientasi ekspor.

Sementara khusus untuk perusahaan sektor kritikal diperbolehkan menerapkan 100 persen bekerja dari kantor, namun dengan protokol kesehatan. Cakupan sektor kritikal adalah energi, kesehatan, keamanan, logistik dan transportasi, industri makanan, minuman dan penunjangnya, petrokimia, semen, objek vital nasional, penanganan bencana, proyek strategis nasional, konstruksi, utilitas dasar (seperti listrik dan air), serta industri pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat sehari-hari.

Jam operasional supermarket, pasar tradisional, toko kelontong, dan pasar swalayan yang menjual kebutuhan sehari-hari dibatasi hingga pukul 20.00 waktu setempat. Kapasitas pengunjung maksimal 50 persen.
Sedangkan untuk kegiatan belajar mengajar masih dilakukan secara daring, dan seluruh masyarakat diimbau untuk melaksanakan ibadah di tempat masing-masing.

Selain itu, tempat-tempat hiburan, selama penerapan PPKM Darurat sesuai Instruksi Wali Kota juga di tutup, termasuk hajatan yang dilakukan hanya diperbolehkan dengan dihadiri maksimal 30 orang, dengan tidak diperbolehkan menyelenggarakan hiburan pada saat pelaksanaan hajatan.

Dedy Yon juga menyinggung terkait tempat pariwisata, menurutnya sementara ini selama pemberlakukan PPKM Darurat, tempat-tempat wisata untuk sementara ditutup.

Ia juga akan merapatkan dan berkoordinasi terkait jaring pengaman sosial, karena menurutnya bukan hanya masyarakat miskin saja namun juga ada masyarakat yang terdampak dan perlu diperhatikan.

“Terkait dengan jaring pengaman sosial kita akan merapatkan dan dikoordinasikan terlebih dahulu tentunya bukan hanya masyarakat yang tidak mampu, tapi juga ada masyarakat yang terdampak yang perlu kita perhatikan,” tutur Wali Kota Tegal.

Dedy Yon menyampaikan bahwa Satgas yang bertugas harus melaksanakan pengawasan dengan semaksimal mungkin, baik itu di rumah sakit maupun di tempat karantina. Pihaknya juga melibatkan komponen dari unsur dari masyarakat.

Bagi masyarakat yang melanggar, Dedy Yon menyampaikan akan memberikan edukasi dan juga pelarangan tegas kepada masyarakat. Namun apabila masih berulang kali dilakukan pihaknya akan memberikan sanksi sesuai dengan aturan yang ada. Menurutnya hal tersebut dilakukan agar penyebaran Covid -19 di Kota Tegal dapat ditekan. (*)

Berita Lainnya

Plt. Wali Kota Meminta Tenaga Kesehatan Mengunakan Rasa Dalam Melayani Masyarakat
Berita 17 Sep, 2018

Plt. Wali Kota Meminta Tenaga Kesehatan Mengunakan Rasa Dalam Melayani Masyarakat

Tegal - Sehat adalah keadaan sejahtera seutuhnya baik secara fisik, jiwa maupun sosial, bukan hanya terbebas dari penyakit atau kecacatan.…

HUT ke-73 Jalasenastri, Pengurus Cabang 7  Korcab  V DJA ll Ziarah Tabur Bunga
Berita 15 Aug, 2019

HUT ke-73 Jalasenastri, Pengurus Cabang 7 Korcab V DJA ll Ziarah Tabur Bunga

Dalam rangka memperingati  HUT ke-73 Jalasenastri, Pengurus  Cabang  7  Korcab V DJA ll melaksanakan ziarah tabur bunga di Taman Makam…

Dikdukcapil Kota Tegal Berkomitmen Tingkatkan Kualitas Data Kependudukan
Berita 09 Mar, 2018

Dikdukcapil Kota Tegal Berkomitmen Tingkatkan Kualitas Data Kependudukan

TEGAL- Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Tegal berkomitmen untuk meningkatkan kualitas data kependudukan. Berdasarkan Data Konsolidasi Bersih (DKB)…

Bentuk Karakter Anak Lewat PAUD
Berita 29 Nov, 2017

Bentuk Karakter Anak Lewat PAUD

TEGAL – Publikasi dan Sosialisasi Pendikan Anak Usia Dini yang dilaksanakan di Kecamatan Tegal Selatan memberikan penetahuan yang penting bagi…

Ratusan WNA Didata Jelang Libur Panjang
Berita 20 Dec, 2017

Ratusan WNA Didata Jelang Libur Panjang

TEGAL - Menghadapi libur panjang yang akan jatuh sebentar lagi, WNA yang terdapat di 27 kelurahan  di Kota Tegal dilakukan…

PDAM Melayani Masyarakat
Berita 15 Jan, 2018

PDAM Melayani Masyarakat

Tegal – Puncak acara HUT PDAM Kota Tegal yang ke 42 di tutup dengan malam resepsi yang kali ini mengambil…

Most from this category