Ahmad Gunaryo : Perbedaan adalah Sunatullah

TEGAL – Perbedaan adalah sunatullah dan yang menolak perbedaan pasti akan gagal.
Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama, Ahmad Gunaryo saat acara Road Show Jagongan Moderasi Beragama (Umat Konghucu), Senin (21/06/2021) malam, di Dapur Tempo Doeloe, Kelurahan Margadana, Kota Tegal.
“Moderasi beragama adalah bagaimana kita beragama di tengah-tengah pluralitas, di tengah-tengah perbedaan. Mengapa itu kita munculkan? Karena akhir-akhir ini kita melihat ada banyak beberapa pengalaman yang ternyata orang itu menolak perbedaan dan kita tahu orang yang menolak perbedaan pasti gagal. Karena perbedaan itu sunatullah itu ketetapan Tuhan. Jadi kita tidak bisa menolak perbedaan tetapi perbedaan harus kita kelola menjadi sesuatu yang produktif,” ucap Ahmad Gunaryo.
Hadir dalam kegiatan tersebut, Wali Kota Tegal, H. Dedy Yon Supriyono, Kepala Kantor Kementerian Agama, Ahmad Farhan, Ketua MUI Kota Tegal, Abu Khaer Annur, Ketua FKUB Kota Tegal, Firdaus Muhtadi, Kepala Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama, Ahmad Gunaryo, Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, Mustain Ahmad dan sejumlah tokoh agama dan tokoh masyarakat.
Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag, Ahmad Farhan yang juga penasehat Forum Kerukunan Umat Beragama Kota Tegal, dalam sambutannya menyampaikan dan berdo’a agar pandemi cepat berakhir.
“Semoga mulai malam hari ini pandemi bisa berakhir, pandemi ini adalah peringatan Tuhan bagi kita semua, manusia tidak boleh sombong, sombong dengan keilmuannya, sombong dengan kealimannya, sombong dalam segala hal,” ucap Ahmad Farhan.
Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, Mustain Ahmad mengatakan, kehadiran Negara dalam melayani warganya bukan hanya untuk mayoritas maupun minoritas tetapi untuk segenap bangsa dan tumpah darah Indonesia.
“Kita kembali kepada konsep Undang – Undang Dasar kita bahwa Negara hadir bukan untuk mayoritas, Negara hadir bukan untuk minoritas dalam kontek ke-Indonesiaan negara hadir untuk segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia itulah yang kemudian diterjemahkan didalam lembaga pemerintahan dengan hadirnya kementerian agama yang terus memberikan pelayanan,” ucap Mustain Ahmad.
Terkait kontribusi Umat Konghucu terkait pembangunan di Kota Tegal, Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono menyampaikan bahwa banyak di Kota Tegal Umat Konghucu menjadi pengusaha dan secara tidak langsung dari hasil pajak dan perputaran uang yang ada otomatis bisa meningkatkan perekonomian dan pembangunan.(*)

Berita Lainnya

Jelang Peringati Hari Santri, PCNU Kota Tegal Baca Shalawat Nariyah
Berita 22 Oct, 2018

Jelang Peringati Hari Santri, PCNU Kota Tegal Baca Shalawat Nariyah

Tegal – Pembacaan Shalawat Nariyah Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional ke 3 tahun 2018 dilakukan di Pendopo Ki Gede…

Mulai Hari ini, Satlantas Polres Tegal Kota Gelar Operasi Patuh Candi 2018
Berita 26 Apr, 2018

Mulai Hari ini, Satlantas Polres Tegal Kota Gelar Operasi Patuh Candi 2018

TEGAL - Satuan Lalulintas Polres Tegal Kota, mulai hari ini, Kamis (26/04/2018) akan menggelar Operasi Patuh Candi-2018 yang berlangsung selama…

Nenek Berusia 88 Tahun Jadi Jemaah Calon Haji Tertua Kota Tegal
Berita 01 Aug, 2017

Nenek Berusia 88 Tahun Jadi Jemaah Calon Haji Tertua Kota Tegal

TEGAL-Karwi Karmad Dasmad merupakan salah satu jemaah calon haji yang akan menunaikan ibadah haji. Nenek dari 15 cucu itu masuk…

Masjid Darussalam Kejambon Direhab Total
Berita 23 May, 2017

Masjid Darussalam Kejambon Direhab Total

TEGAL – Pelaksanaan rehab Masjid Darussalam yang terletak di jalan Tanjung No. 6 RT. 03 RW.04 Kelurahan Kejambon Kecamatan Tegal…

Kemenag Kota Tegal Raih Penghargaan Satker Terbaik.
Berita 23 Nov, 2018

Kemenag Kota Tegal Raih Penghargaan Satker Terbaik.

TEGAL- Kementerain Agama Kota Tegal meriah Penghargaan Terbaik Pertama Satuan Kerja (Satker) Terbaik dari Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang…

Moci Karo Ndopok Bahas Potensi Pariwisata Kota Tegal
Berita 06 Oct, 2017

Moci Karo Ndopok Bahas Potensi Pariwisata Kota Tegal

TEGAL – Diskusi menarik antar asosiasi pariwisata, duta wisata, pokdarwis dengan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia melalui Asisten Deputi Pengembangan Pasar…

Most from this category