Tuntaskan Program 35.000 MW, PLN Gandeng Kejaksaan Agung

SEMARANG- PT PLN (Persero) dan Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara Kejaksaan Agung RI menandatangani kesepakatan bersama tentang Penanganan Masalah Hukum Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara, di Nusa Dua, Bali, Kamis (12/4).

Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama PT PLN (Persero), Sofyan Basir, dengan Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara (Jamdatun) Kejaksaan Republik Indonesia, Loeke Larasati A., yang diikuti dengan penandatanganan kesepakatan serupa antara General Manager dan Direktur Utama Anak Perusahaan PLN dengan Kepala Kejaksaan Tinggi seluruh Indonesia.

Hadir dan turut menyaksikan acara ini Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini Soemarno bersama Jaksa Agung RI H.M. Prasetyo.

Kerja sama kedua pihak ini meliputi pemberian Bantuan Hukum, Pertimbangan Hukum, dan Tindakan Hukum Lainnya yang merupakan kewenangan Kejaksaan RI di bidang perdata dan tata usaha negara dalam rangka pemulihan dan penyelamatan keuangan/kekayaan/aset serta permasalahan lain dalam bidang hukum perdata dan tata usaha negara yang dihadapi oleh PLN.

Menteri BUMN, Rini Soemarno mengatakan, dalam melaksanakan percepatan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan, selain dukungan dari sisi regulator, PLN tetap membutuhkan dukungan dari berbagai pihak. Salah satunya adalah melalui kerjasama yang baik dengan Kejaksaan Agung Republik Indonesia agar pekerjaan besar ini dapat selesai sesuai target dan ketentuan yang berlaku.

“Semoga kerja sama ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh jajaran Direksi dan manajemen PLN sehingga tidak ada keraguan dalam mengambil keputusan korporasi,” kata Rini.

Dirut PLN, Sofyan Basir menyatakan, ini adalah bentuk transparasi yang dilakukan dan bentuk kehati-hatian PLN dalam membangun infratruktur ketenagalistrikan. Dukungan dari kejaksaan selama tiga tahun kemarin kepada PLN sangat sukses, khususnya dalam pembebasan lahan, kontrak yang dikawal betul dari Sabang sampai Merauke, dan juga terkait masalah legalitas dan juga akuntabilitas.

“Kami juga ucapkan terima kasih untuk Kejaksaan yang sangat mendukung dan mengawal dengan baik program 35.000 MW yang saat ini tengah kami kerjakan,” ungkapnya.

Sofyan Basir menambahkan, untuk menyediakan listrik bagi seluruh masyarakat Indonesia, PLN mendapat penugasan dari pemerintah untuk membangun pembangkit listrik. Mulai dari Fast Track Program-1 (FTP-1), Fast Track Program-2 (FTP-) dan program 35 ribu Megawatt (MW) untuk memenuhi pertumbuhan listrik nasional. 

“Dalam menjalankan tugas itu, PLN perlu dukungan dari Kejaksaan RI khususnya Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara. Kejaksaan ini selaku Jaksa Pengacara Negara (JPN) membantu memberikan legal opinion dan bantuan hukum berupa penanganan masalah hukum atau pendampingan hukum kepada PLN,” jelas Sofyan Basir.

Dirut PLN meyakini, legal opinion dari Jamdatun dapat menjadi acuan dan pendukung bagi suatu keputusan atau kebijakan yang diambil oleh manejemen PLN.

“Ini bagian dari salah satu bentuk kehati-hatian dalam mengambil putusan. Karena penafsiran hukum yang paling tepat adalah dari aparat penegak hukum,” lanjut Sofyan. 

Lebih jauh Sofyan Basir menjelaskan, bantuan hukum dalam hal ada masalah hukum melalui litigasi yang bersifat strategis dan mendapat perhatian publik, tentu kehadiran JPN selaku kuasa hukum PLN sangat diperlukan. 

“Juga termasuk bentuk kerjasama lainnya seperti mediasi. JPN menjadi mediator khususnya untuk penyelesaian hukum antar BUMN yang dilakukan tidak melalui litigasi,” ujar Sofyan. 

Pada kesempatan yang sama Jaksa Agung, HM Prasetyo mengatakan, peran PT. PLN (Persero) sebagai Perusahaan Milik Negara yang bergerak dalam bidang ketenagalistrikan memiliki tanggung jawab besar selaku pengelola dan penyiap penyedia daya listrik. Hal ini guna mendukung seluruh sektor kehidupan usaha, rumah tangga dan ekonomi, di mana hal tersebut semata-mata ditujukan untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat secara keseluruhan.

Lebih lanjut Prasetyo mengatakan, sebagai salah satu cabang produksi penting yang menguasai hajat hidup orang banyak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 33 ayat (2) UUD NRI 1945, maka keberadaan PT. PLN (Persero) sebagai penopang utama pengelolaan sumber daya listrik haruslah dijaga dan terbebas dari gangguan maupun hal-hal lain yang dapat menyebabkan timbulnya penyimpangan dalam pengelolaannya yang pada akhirnya dapat bermuara pada persoalan hukum.

“Penandatanganan kesepakatan bersama ini merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab dari Kejaksaan RI baik secara konstitusional maupun institusional untuk berperan aktif dan maksimal, sehingga entitas perusahaan tidak akan terkena permasalahan hukum dalam menjalankan kegiatan usahanya, sepanjang setiap aksi korporasi tersebut sesuai dengan prinsip business judgment rule,” tegas Jaksa Agung RI tersebut.

Sementara, dalam kesempatan tersebut General Manager PLN Distribusi Jateng DIY, Agung Nugraha, melakukan penandatanganan MoU dengan Kajati Jateng, Sadiman SH, MH dan Kajati DIY, Sri Harijati P SH MM.

Berita Lainnya

Mahasiswa  UPS   Drama Berbahasa Inggris
Berita 24 May, 2017

Mahasiswa UPS Drama Berbahasa Inggris

TEGAL – Pagelaran Praktek Drama Performance yang dilaksanakan oleh mahasiswa Program Studi Bahasa Inggris Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Universitas Pancasakti…

Manusia Juga Makhluk Sosial.
Berita 23 May, 2018

Manusia Juga Makhluk Sosial.

Tegal- Bulan Ramadhan yang penuh berkah ini dimanfaakan oleh Pjs. Walikota Tegal Drs. Acmad Rofai, M.Si untuk lebih mendekatkan diri…

Permudah Masyarakat, Disdukpencapil Buka Pelayanan Perekaman Malam Hari
Berita 02 Apr, 2018

Permudah Masyarakat, Disdukpencapil Buka Pelayanan Perekaman Malam Hari

Dalam rangka mempermudah pelayanan kepada masyarakat serta penyelesaian target angka perekaman data kependudukan, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukpencapil) Kota…

Pengembangan Kampung KB Akan Terus Ditingkatkan
Berita 03 Mar, 2018

Pengembangan Kampung KB Akan Terus Ditingkatkan

TEGAL - Keberadaan Kampung Keluarga Berencana (KB) yang ada disetiap kecamatan akan terus dikembangkan. Sehingga untuk ke depanya target setiap…

Komandan Lanal Tegal Letkol Mar S.B Manurung Beri Arahan
Berita 20 Mar, 2018

Komandan Lanal Tegal Letkol Mar S.B Manurung Beri Arahan

TEGAL-Komandan Lanal Tegal Letkol Mar S.B Manurung memberikan arahan Keluarga Besar Lanal Tegal dan TK Hang Tuah 16 Tegal, Selasa…

KM Berkah Agung Meledak, 1 ABK Hilang
Berita 08 Sep, 2017

KM Berkah Agung Meledak, 1 ABK Hilang

TEGAL -  Terjadinya ledakan pada Kapal Motor Berkah Agung  milik salah seorang warga  Kota Tegal, di perairan Kalimantan Barat mengakibatkan…

Most from this category