Siti Mashita Dituntut 7 Tahun Penjara

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi menuntut Wali Kota Tegal Non Aktif Siti Mashita Soeparno dituntut 7 tahun penjara dikurangi masa tahanan. Sedangkan terdakwa dalam kasus yang sama, Amir Mirza Hutagalung di tuntut 9 tahun Penjara potong masa tahanan.

Tuntutan tersebut dibacakan Jaksa Penuntut Umum Fitroh Nurcahyanto dalam sidang tindak pidana korupsi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi , Semarang, Senin (2/4).

Jaksa Fitroh Nurcahyo menyampaikan berdasarkan fakta-fakta persidangan, berdasarkan keterangan 43 saksi yang telah di hadirkan dalam persidangan dan keterangan terdakwa, Siti Mashita Soeparno dan Amir Mirza Hutagalung secara sah dan meyakinkan bersalah, dan sebagai pejabat negara telah bekerja sama dalam melakukan tindak pidana korupsi, dengan jumlah total suap Rp.7.110.622.000,-

Jaksa menyampaikan terdakwa Siti Mashita telah terbukti melakukan tindak pidana korupsi melanggar Pasal 12 Huruf B junto Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah menjadi UU Nomor 20 tahun 2001 junto pasal 55 ke-1 KUHP dan pasal 64 ke-1 KUHP

Siti Mashita dituntut 7 tahun penjara dipotong masa tahanan denda 200 juta dan subsider pidana kurungan 6 bulan, dan dicabut hak politiknya selama 4 tahun terhitung setelah terdakwa selesai menjalankan hukuman.

Sedangkan Amir Mirza Hutagalung dituntut 9 tahun potong masa tahanan, denda 300 juta dan subsider pidana kurungan 6 bulan.

Jaksa menyebut hal yang memberatkan Siti Masitha adalah perbuatan yang dilakukan tidak mendukung program pemerintah dalam upaya memberantas tindak pidana korupsi.

Sedangkan hal yang meringankan Siti Mashita yakni bersikap kooperatif selama persidangan, mengakui bersalah dan menyesali perbuatannya serta mengembalikan uang biaya perawatan di RS Siloam.

Sementara itu, sidang akan dilanjutkan pada Senin (9/4) dengan agenda mendengarkan pembelaan terdakwa. (*)

Berita Lainnya

Kota Tegal Raih WTP
Berita 28 May, 2019

Kota Tegal Raih WTP

SEMARANG - Akhirnya Kota Tegal meraih pendapat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) setelah 7 tahun penantian. Terakhir opini WTP diterima…

Ada Kivlan Zen di Talk Show Kebangsaan UPS Tegal
Berita 12 Mar, 2018

Ada Kivlan Zen di Talk Show Kebangsaan UPS Tegal

TEGAL - Unit Kegiatan Mahasiswa Islam (UKMI) Universitas Pancasakti Tegal megadakan Talk Show Kebangsaan dengan tema ancaman serius terhadap kedaulatan…

Jumadi : “Inovasi” Syarat Menjadi Pelaku Ekonomi Kreatif
Berita 06 Aug, 2019

Jumadi : “Inovasi” Syarat Menjadi Pelaku Ekonomi Kreatif

Didepan para pelaku ekonomi kreatif Kota Tegal, Wakil Wali Kota Tegal, Muhamad Jumadi menyampaikan bahwa Inovasi merupakan syarat pelaku ekonomi…

KKN UPS Tegal, Seribuan Mahasiswa Bakal Kuatkan Ideologi Pancasila pada Masyarakat
Berita 03 Jul, 2018

KKN UPS Tegal, Seribuan Mahasiswa Bakal Kuatkan Ideologi Pancasila pada Masyarakat

TEGAL – Lembaga Pengabdian dan Penelitian bagi Masyarakat (LPPM) Universitas Pancasakti Tegal mengadakan pembekalan peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun…

Walikota : Masyarakat Harus Cerdas Memilah Berita dan Informasi.
Berita 27 Feb, 2019

Walikota : Masyarakat Harus Cerdas Memilah Berita dan Informasi.

TEGAL- Walikota Tegal Drs. Nursholeh, M.MPd mengimbau kepada masyarakat agar cerdas dalam menyerap informasi yang beredar terutama di media sosial.…

Pemkot Tegal Lakukan Studi Tiru ke Surakarta
Berita 27 Jan, 2017

Pemkot Tegal Lakukan Studi Tiru ke Surakarta

SURAKARTA- Berbagai upaya peningkatan kinerja pemerintahan terus dilakukan Pemerintah Kota Tegal. Setelah beberapa waktu lalu melakukan studi ke Kutai Kartanegara,…

Most from this category