Panwaslu Kota Tegal Dalami Dugaan Money Politik

TEGAL-Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Tegal masih mendalami dugaan money politik (Politik uang) yang dilakukan tim kampanye salah satu Pasangan Calon (Paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tegal.

Komisioner Panwaslu Kota Tegal Imam Tofani mengatakan, pihaknya telah menemukan adanya dugaan money politik.  Salah satu tim kampanye diduga membagi-bagikan sejumlah uang kepada warga yang hadir pada kegiatan bertajuk konsolodasi partai.

“Kami mengetahui adanya bagi-bagi uang, setelah petugas kami diminta oleh salah satu warga yang hadir untuk menukarkan undangan dengan amplop”, kata Imam kepada Wartabahari.com, Rabu (7/3/2018) di ruang kerjanya.

Menurutnya, mendengar penukaran undangan tersebut, saat itu petugas dilapangan mencari kebenaran informasi informasi. Ternyata memang kabar tersebut memang benar.

Imam menuturkan, pihaknya sudah melakukan klarifikasi terhadap panitia penyelenggara dan melakukan pemanggilan terhadap saksi-saksi. Namun, kata Imam, saksi-saksi yang diundang tidak hadir, satu diantaranya sudah pergi ke luar kota. Sedangkan satu lainnya, tidak diketahui keberadaannya.

Imam mengajak semua Paslon agar tidak melakukan politik uang saat kampanye. Pada UU 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota, sanksi untuk pelaku potitik uang sudah jelas. Pasal 187A menjelaskan bahwa, (1) Setiap orang yang dengan sengaja melakukan perbuatan melawan hukum menjanjikan atau memberikan uang atau materi lainnya sebagai imbalan kepada warga negara Indonesia baik secara langsung ataupun tidak langsung untuk mempengaruhi pemilih agar tidak menggunakan hak pilih, menggunakan hak pilih dengan cara tertentu sehingga suara menjadi tidak sah, memilih calon tertentu, atau tidak memilih calon tertentu sebagaimana dimaksud pada Pasal 73 Ayat (4) dipidana dengan pidana penjara paling singkat 36 (tiga puluh enam) bulan dan paling lama 72 (tujuh puluh dua) bulan dan denda paling sedikit Rp 200.000.000 (dua ratus juta rupiah) dan paling banyak Rp 1.000.000.000 (satu miliar rupiah).

(2) Pidana yang sama diterapkan kepada pemilih yang dengan sengaja melakukan perbuatan melawan hukum menerima pemberian atau janji sebagaimana dimaksud pada Ayat (1). (Sa. Amin/wartabahari.com)

 

 

Berita Lainnya

Sosialisasi Fasilitas Kepabeanan untuk Peningkatan Ekonomi Daerah
Berita 20 Mar, 2018

Sosialisasi Fasilitas Kepabeanan untuk Peningkatan Ekonomi Daerah

TEGAL-Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Tegal (KPPBC Tegal) mengadakan sosialisasi fasilitas kepabeanan dengan mengusung…

Emansipasi Bukan Berarti Peran Wanita yang Kebablasan
Berita 23 Apr, 2018

Emansipasi Bukan Berarti Peran Wanita yang Kebablasan

Dalam Upacara peringatan Hari Kartini Ke-139 dan Hari Otonomi Daerah Ke-22 Tahun 2018  di Halaman Pendopo Balaikota Tegal, Senin (23/4)…

KPU Kota Tegal Mulai Sortir dan Lipat Surat Suara Pemilu 2019
Berita 04 Mar, 2019

KPU Kota Tegal Mulai Sortir dan Lipat Surat Suara Pemilu 2019

TEGAL-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tegal mulai melakukan proses sortir dan pelipatan surat suara Pemilihan Umum 2019 di Kantor KPU…

UPS Tegal Adakan Life Skills Counseling Bagi Para Difabel
Berita 31 Jul, 2019

UPS Tegal Adakan Life Skills Counseling Bagi Para Difabel

Universitas Pancasakti Tegal mengadakan Life Skills Counseling untuk meningkatkan kebahagian pada anggota Difabel Slawi Mandiri (DSM), Selasa (30/7). Kegiatan itu…

Toko Pakaian Mulai Diserbu Warga
Berita 07 Jun, 2017

Toko Pakaian Mulai Diserbu Warga

TEGAL-Meski Idul Fitri 1438 Hijriyah masih lama, namun warga berbondong-bondong menyerbu toko pakaian di komplek Pasar Pagi Kota Tegal, Rabu…

Strategi Jemput Bola Tukang Jahit Keliling
Berita 29 Jul, 2017

Strategi Jemput Bola Tukang Jahit Keliling

TEGAL – Sering kita jumpai tukang jahit keliling di jalanan, di depan perumahan, perkampungan bahkan ada pula yang di area…

Most from this category