Temukan Pelanggaran Pilkada, Panwaslu Siap Terima Laporan Masyarakat

TEGAL-Dalam rangka Pilkada serentak pemilihan Walikota dan Wakil Walikota, dan Gubernur dan Wakil Gubernur tahun 2018, Panitia Pengawasan Pemilu (Panwaslu) Kota Tegal terus menggelar sosialisasi Pengawasan Pemilu Partisipatif.

Kali ini, Panwaslu Kota Tegal mengundang  pengurus RW dan Kelurahan untuk mengikuti sosialisasi tersebut, Selasa (12/12) di ruang Diamond 3 hotel Pesona Tegal, Jalan Gajah Mada Kota Tegal.

Komisioner Panwaslu Kota Tegal, Nurbaeni, S.Pd. AUD menegaskan paswaslu siap menerima laporan dari masyarakat bila menemukan pelanggaran dalam Pilkada. Jenis pelanggaran yaitu, Pelanggaran kode etik penyelenggara pemilihan yakni pelanggaran terhadap etika penyelenggara pemilihan yang berpedoman pada sumpah dan/atau janji sebelum menjalankan tugas sebagai peyelenggara pemilihan.

Lalu, Pelanggaran administrasi pemilihan yaitu pelanggaran terhadap tata cara yang berkaitan dengan administrasi pelaksanaan pemilihan dalam setiap tahapan pemilihan dan Pelanggaran Pidana/Tindak Pidana Pemilihan yaitu pelanggaran atau kejahatan terhadap ketentuan pemilihan.

“Jika memang ditemukan pelanggaran, Kami mengimbau kepada masyarakat agar tidak takut dalam melaporkan ke Panwaslu”, ungkap Nurbaeni, saat mejadi narasumber kegiatan tersebut.

Informasi dugaan pelanggaran pemilihan, kata Nurbaeni, berasal dari laporan dari masyarakat yang mempunyai hak pilih, Pemantau Pemilihan dan Peserta pemilihan. Bisa juga dari Pengawas yang menemukan sendiri dugaan pelanggaran tersebut.

Namun, batas waktu penanganan pelanggaran bagi pengawas Pemilihan akan mengkaji temuan/laporan dan memutuskan untuk menindaklanjuti atau tidak, paling lama 3 hari setelah laporan diterima. Jika Pengawas Pemilihan memerlukan keterangan tambahan dari pelapor, keputusan dilakukan paling lama 5 hari setelah laporan diterima.

“ Pengawas Pemilihan dapat mengundang pihak pelapor dan terlapor maupun pihak terkait lainnya untuk meminta keterangan dalam klarifikasi atas laporan yang diterima. Setelah itu, Panwaslu akan menentukan hasil kajian terhadap temuan laporan dugaan pelanggaran. Apakah merupakan pelanggaran pemilu, bukan pelanggaran pemilu atau termasuk sengketa pemilu”, pungkas Nurbaeni. (Sa. Amin/wartabahari.com)

 

Berita Lainnya

Pemkot Evaluasi Perkembangan Kelurahan
Berita 03 Apr, 2017

Pemkot Evaluasi Perkembangan Kelurahan

TEGAL-Dalam rangka memperingati hari jadi Kota Tegal ke-437, Pemerintah Kota Tegal menggelar berbagai macam kegiatan. Salah satunya adalah penilaian evaluasi…

Pemerintah Kota Tegal Peringati Tahun Baru Islam 1440 Hijriyah
Berita 27 Sep, 2018

Pemerintah Kota Tegal Peringati Tahun Baru Islam 1440 Hijriyah

TEGAL – Pemerintah Kota Tegal mengadakan Peringatan Tahun Baru Islam 1440 Hijriyah di Pendopo Ki Gede Sebayu Kota Tegal, Kamis…

Pedagang Pasar Kejambon Siap Pindah Sementara
Berita 28 Feb, 2017

Pedagang Pasar Kejambon Siap Pindah Sementara

TEGAL-Pemerintah Kota Tegal bakal renovasi pasar Kejambon tahun 2017. Rencana itu ditanggapi positif oleh pedagang pasar Kejambon yang menyatakan siap…

Komunitas Dua Pedal Gelar Jambore I
Berita 10 May, 2018

Komunitas Dua Pedal Gelar Jambore I

TEGAL-Komunitas Dua Pedal Brebes, Kota Tegal, Slawi (Bregas) menggelar jambore, Rabu-Kamis (9-10/5) di kawasan objek wisata Pantai Alam Indah (PAI).…

Wisuda Adalah Awal Dimulainya Tantangan Sesungguhnya.
Berita 10 Oct, 2018

Wisuda Adalah Awal Dimulainya Tantangan Sesungguhnya.

Tegal – Sebanyak 1.442 wisudawan sarjana sains terapan ke 2 dan ahlimadya ke 14 tahun akademik 2017/2018 Politeknik harapan bersama…

Kembangkan Batik Tulis Kolaborasi
Berita 29 May, 2017

Kembangkan Batik Tulis Kolaborasi

TEGAL-Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Canting Mas sedang mengembangkan batik kolaborasi antara batik tulis khas Tegalan dengan batik Pekalongan. Tentu tidak…

Most from this category