Kasus Kekerasan Anak dan Perempuan Menurun

TEGAL-Angka kasus kekerasan pada anak dan perempuan di Kota Tegal, saat ini perlahan menurun jika dibandingkan tahun sebelumnya. Intensnya kegiatan sosialisasi pencegahan kekerasan pada anak dan perempuan yang dilakukan Pemkot Tegal menjadi salah satu faktor keberhasilan yang menekan angka kasus kekerasan tersebut.

Data Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP2PA) Kota Tegal mencatat dalam kurun waktu 5 tahun terakhir, angka kekerasan anak dan perempuan terus menurun.

Kepala DPPKBP2PA Diah Trastuti melalui Kabid Perempuan dan Pemberdayaan Anak Sri Gunarto menuturkan, hingga bulan November tahun 2017, tercatat 14 kasus kekerasan, diantaranya 8 kasus kekerasan pada anak dan 6 kasus pada perempuan terutama kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

“Jika dibandingkan tahun 2016, jumlah kekerasan sebanyak 19 kasus, dengan rincian 8 kekerasan pada anak dan 11 kekerasan pada perempuan (KDRT)”, tutur Gunarto, Senin (11/12) di ruang kerjanya.

Gunarto menambahkan, pihaknya terus mengadakan sosialisasi dan melaksanakan berbagai kegiatan untuk mengurangi angka kekerasan pada perempuan dan anak. Pencegahan terhadap kekerasan pada anak terus disosialisasikan melalui jalur pendidikan, mulai dari tingkat PAUD sampai SMA.

Lalu, terjun langsung ke masyarakat dan mengajak masyarakat mencegah tindak kekerasan melalui siaran radio. “Selain itu, kita juga melibatkan Forum Anak Tegal Bahari (Fantri), pembagian leaflet, balon di car free day, berkunjung ke panti dan sebagainya”, imbuh Gunarto.

Gunarto mengungkapkan, tidak menutup kemungkinan masih terjadinya angka kekerasan. Untuk itu, pihaknya mengajak masyarakat untuk melaporkan bilamana terjadi tindak kekerasan pada anak dan perempuan. Masyarakat dapat melaporkan ke Dinas PPKBP2PA komplek Balai Kota Tegal atau ke Pusat Pelayanan Terpadu (PPT) Penanganan Korban Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak (PPT Puspa).

“Kekerasan pada anak dan perempuan dapat disebabkan banyak faktor, diantaranya ekonomi, emosi belum matang dan sebagainya”, terang Dia.

Pada Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak sebagaimana yang telah diubah oleh Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, kata Gunarto, ancaman pelaku tindak kekerasan pada anak yaitu ancaman pidana.

Sedangkan untuk pelaku KDRT, pengaturan hukum mengenai kekerasan dalam rumah tangga diatur dalam Undang-Undang No. 23 tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (PKDRT). (Sa. Amin/wartabahari.com)

Berita Lainnya

Puncak Rangkaian HUT Ke 74 RI Dimeriahkan Dengan Jalan Sehat
Berita 01 Sep, 2019

Puncak Rangkaian HUT Ke 74 RI Dimeriahkan Dengan Jalan Sehat

Tegal-  Jalan sehat tingkat Kecamatan di kecamatan Tegal selatan benar benar meriah   apalagi dengan beragam hadiah yang disediakan panitia dengan…

Berita 27 Sep, 2017

Selama Sepekan, Ribuan Kendaraan Ditilang Satuan Lalulintas Kota Tegal

TEGAL - Sedikitnya 1.006 kendaraan baik roda dua maupun roda empat ditindak Satuan Lalulintas Polres Tegal Kota selama sepekan, dalam…

Ini Nomor Urut Pasangan Calon Wali Kota Tegal
Berita 13 Feb, 2018

Ini Nomor Urut Pasangan Calon Wali Kota Tegal

TEGAL-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tegal secara resmi mengundi dan menetapkan nomor urut pasangan calon pada pemilihan Wali Kota dan…

KPU Kota Tegal Telusuri Pemilih Usia Lebih 90 Tahun
Berita 18 Mar, 2019

KPU Kota Tegal Telusuri Pemilih Usia Lebih 90 Tahun

TEGAL-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota  Tegal telah melakukan verifikasi ulang pemilih yang berumur lebih dari 90 tahun  yang masuk ke…

Wali Kota : Mari Kita Laksanakan Istigotsah Dengan Hati Yang Khusuk.
Berita 19 Oct, 2018

Wali Kota : Mari Kita Laksanakan Istigotsah Dengan Hati Yang Khusuk.

Tegal – Istigotsah Jamaah Majelis Taklim Almarhum KH Zaini Nadhif yang juga merupakan rangkaian acara peringatan Hari Santri Nasional tahun…

Ini Zona Museum Listrik dan Energi Baru
Berita 28 Apr, 2017

Ini Zona Museum Listrik dan Energi Baru

TEGAL-Perusahaan Listrik Negara (PLN) mengajak sekolah-sekolah yang ada di Kota Tegal datang berkunjung ke Museum Listrik dan Energi Baru (MLEB)…

Most from this category