Pengusaha Diminta Patuhi Besaran UMK Kota Tegal

TEGAL-Pelaksana Tugas (Plt) Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakerin) Kota Tegal Markus Wahyu Priyono meminta perusahaan mematuhi besaran upah minimum kota (UMK) yang telah diteken oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

“Untuk Kota Tegal, UMK yang ditetapkan sebesar Rp 1.630.500, ini sesuai dengan usulan Pemerintah Kota Tegal”, kata Markus, Senin (4/12) usai sosialisasi UMK di Disnakerin Kota Tegal.

Penetapan tersebut berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan. Formulasi perhitungan sesuai dengan PP tersebut yaitu angka inflasi 3,72 persen ditambah angka pertumbuhan ekonomi 4,99 persen.

Kemudian dikalikan dengan UMK yang sedang berjalan yakni Rp 1.499.500. Jadi kenaikannya Rp 131.000 ditambah Rp 1.499.500 menjadi Rp 1.630.500.

Berdasarkan Undang-Undang Ketenagakerjaan, kata Markus, dengan tegas pengusaha dilarang membayar upah lebih rendah dari upah minimum. Penerapan upah ini berlaku mulai Januari 2018, jika perusahaan tidak mengajukan keberatan sebelum diberlakukan dapat dikenai sanksi sesuai UU Ketenagakerjaan.

Markus menambahkan pada keputusan nomor 560/94 Tahun 2017 disebutkan, pengusaha yang tidak mampu melaksanakan upah minimum dapat mengajukan penangguhan upah minimum kepada Gubernur Jawa Tengah atau pejabat yang ditunjuk sesuai peraturan perudnang-undangan.

“Penangguhan diajukan paling tidak 10 hari sebelum UMK diberlakukan pada 1 Januari 2018”, imbuh Markus.

Selain itu, Markus mengatakan Disnakerin juga telah membuka posko pengaduan terkait penetapan UMK ini. Pihaknya berharap perusahaan benar-benar menerapkan aturan UMK. Pengawasan Ketenagakerjaan (Wasnaker) Provinsi Jateng akan terus memantau perusahaan dalam penetapan UMK.

“DPRD Kota Tegal pun siap turun ikut menamtau pelaksanan UMK agar dapat dilaksanakan oleh seluruh perusahaan di Kota Tegal”, pungkas Markus. (Sa. Amin/wartabahari.com)

Berita Lainnya

Jumadi Ajak Masyarakat Tidak Diskriminasi ODHA
Berita 01 Dec, 2019

Jumadi Ajak Masyarakat Tidak Diskriminasi ODHA

Wakil Walikota Tegal Muhamad Jumadi mengajak masyarakat untuk tidak memberikan stigma negatif dan diskriminasi terhadap Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA). HIV…

Kenang Jasa Pahlawan, Jalasenastri Cab. 7 Korcab V Lanal Tegal Ziarah di TMP Pura Kusuma Negara
Berita 24 Aug, 2018

Kenang Jasa Pahlawan, Jalasenastri Cab. 7 Korcab V Lanal Tegal Ziarah di TMP Pura Kusuma Negara

TEGAL-Jalasenastri Cab. 7 Korcab V Pangkalan TNI-AL (LANAL) Tegal, melaksanakan Ziarah dan Tabur Bunga di Taman Makam Pahlawan (TMP) Pura…

Stan Kota Tegal Diisi Produk-produk UMKM
Berita 04 Jul, 2019

Stan Kota Tegal Diisi Produk-produk UMKM

Stan Kota Tegal di Indonesia City Ekspo yang merupakann rangkaian kegiatan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia…

Panwas Kota Tegal Buka Pendaftaran Panwaslu Kecamatan
Berita 07 Sep, 2017

Panwas Kota Tegal Buka Pendaftaran Panwaslu Kecamatan

TEGAL-Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kota Tegal, membuka peluang bagi masyarakat Kota Tegal  yang berminat menjadi Pengawas Pemilihan Umum Kecamatan…

Cegah Kasus Baru HIV/AIDS
Berita 15 Nov, 2017

Cegah Kasus Baru HIV/AIDS

TEGAL- Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Tegal gelar pertemuan Peer Education dan Pokja, Rabu (15/11) di Aula Eks Samsat Balaikota…

Ditanya Kendala dan Solusi Saat Bertugas, Ini Jawaban Satpol PP
Berita 14 Feb, 2017

Ditanya Kendala dan Solusi Saat Bertugas, Ini Jawaban Satpol PP

TEGAL-Senin, 13 Februari ada hal yang berbeda di Kantor Satpol PP Kota Tegal. Kala itu suasana tenang, terlihat sedang sibuk…

Most from this category