MUI Keluarkan Fatwa Bermuamalah Melalui Medsos, Ini Pertimbangannya

TEGAL-Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa perihal berperilaku di media sosial. Fatwa bernomor 24 tahun 2017 itu hadir salah satu pertimbangannya banyaknya pihak yang menjadikan konten media sosial berisi hoax, fitnah, ghibah, namimah, desas desus, kabar bohong, ujaran kebencian dan lainnya.

Ketua MUI Kota Tegal Abu Khaer Annur menyampaikan fatwa ini sebagai pegangan, pedoman untuk menyikapi kondisi saat ini. Sebab, penggunaan media sosial itu tanpa kontrol. Dimanapun tempat masyarakat dapat mengakses media sosialisi, seperti di kamar, sekolah, kantor dan sebagainya.

“Ini agar penggunaan medsos tidak jor klowor (Dibiarkan begitu saja-red) maka MUI mengeluarkan fatwa tentang hukum dan pedoman bermuamalah melalui media sosial”, ungkap Abu Khaer saat sosialisasi fatwa MUI itu, Rabu (22/11) di gedung MUI Kota Tegal, Jalan Hangtuah Tegal.

Abu Khaer menjelaskan, pertimbangan Komisi Fatwa MUI pada fatwa ini salah satunya, perkembangan teknologi informasi dan komunikasi memberikan kemudahan dalam berkomunikasi dan memperoleh informasi ditengah masyarakat.

Kemudahan berkomunikasi dan memperoleh informasi melalui media digital berbasis media sosial dapat mendatangkan kemaslahatan bagi umat manusia, seperti mempererat tali silaturahim, untuk kegiatan ekonomi, pendidikan dan kegiatan positif lainnya.

“Bahwa pengguna media sosial seringkali menerima dan menyebarkan informasi yang belum tentu benar serta bermanfaat, bisa karena sengaja atau ketidaktahuan, yang bisa menimbulkan mafsadah di tengah masyarakat”, pungkas Abu Khaer.

Sementara itu, Plt. Wali Kota Tegal, HM, Nursoleh, dalam sambutannya yang diwakili Asisten II Bidang Perekonomian dan Kesejahteraan Sosial Sekda Kota Tegal, Herlien Tedjo Oetami  mengatakan keberadaan alim ulama, ibarat payung bagi umat.

Diharapkan  peran yang dijalankan oleh MUI dengan fatwa – fatwanya dapat memaksimalkan peran dan fungsinya di tengah – tengah arus perubahan kehidupan masyarakat yang sekarang bertambah hedonis dan materialistis

“Peran dan tugas ulama diharapkan lebih diperluas. Tidak saja berdiri digaris terdepan dalam mengokohkan sendi – sendi moral, etika dan spiritual kehidupan berbangsa dan bernegara. Namun, juga diharapkan mampu mencerahkan dan mencerdas-kan umat dengan ajaran dan nilai – nilai keislaman”, ”, pungkas Wali Kota. (Sa. Amin/wartabahari.com)

 

 

Berita Lainnya

Wujudkan Masyarakat Gemar Baca Tulis, FTBM Kota Tegal Adakan Kemah Literasi
Berita 30 Jan, 2018

Wujudkan Masyarakat Gemar Baca Tulis, FTBM Kota Tegal Adakan Kemah Literasi

TEGAL- Dalam upayanya menciptakan masyarakat yang gemar membaca dan menulis Forum Taman Bacaan Masyarakat (FTBM) Kota Tegal bekerjasama dengan Pemerintah…

Rudiantara : “Bersatu Adalah Kunci untuk Menggapai Cita-cita”
Berita 21 May, 2018

Rudiantara : “Bersatu Adalah Kunci untuk Menggapai Cita-cita”

Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia Rudiantara menyampaikan bahwa “bersatu, adalah kata kunci ketika kita ingin meng-gapai cita  - cita…

Pengabdian Petugas Kebersihan Makam Mbah Sawergi
Berita 22 May, 2017

Pengabdian Petugas Kebersihan Makam Mbah Sawergi

TEGAL – Jika berkunjung di makam Mbah Sawergi RT. 9 RW. 3 Kelurahan Kejambon Kecamatan Tegal Timur maka mendapati seseorang…

Disnakerin Kota Tegal Gelar Produk IKM
Berita 28 Jul, 2017

Disnakerin Kota Tegal Gelar Produk IKM

TEGAL – Industri Kecil dan Menengah memiliki peran yang penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi secara menyeluruh. Peran Industri Kecil dan…

Puluhan Siswa Siswi RA Kunjungi Balaikota
Berita 20 Apr, 2017

Puluhan Siswa Siswi RA Kunjungi Balaikota

TEGAL-Puluhan siswa siswi Raudatul Athfal (RA) Syiarul Islam Kelurahan Panggung melakukan kunjungan ke Balaikota Tegal, Kamis (20/4) pagi dalam rangka…

Kang Nur Ziarah ke Tempat Wali Allah SWT.
Berita 06 Oct, 2017

Kang Nur Ziarah ke Tempat Wali Allah SWT.

Tegal – Plt. Walikota Tegal, Drs, H.M. Nursholeh, M.MPd bersama rombongan OPD Pemerintah Kota Tegal melakukan Ziarah ke 3 tempat…

Most from this category