Plt. Walikota Tegal Instruksikan Kepala OPD Pantau Pelaksanaan Capaian Kinerja

Memasuki bulan kedua di triwulan keempat atau di akhir tahun anggaran 2017 waktu pelaksanaan kegiatan di pemerintah Kota tegal, berdasarkan laporan dari target fisik yang direncanakan sebesar 73,70% sampai dengan akhir bulan september baru terealisir 59% atau terjadi keterlambatan sebesar 14,70 %. demikian pula dengan realisasi keuangan baru dapat terserap sebesar  46,98%.

Berdasarkan laporan tersebut. Plt Walikota Tegal, M Nursholeh menginstruksikan kepada seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk memantau secara rutin perkembangan kegiatan yang dilaksanakan di OPD masing-masing. Hal ini disampiakan Nursholeh dihadapan seluruh jajaran OPD Se-Kota Tegal dalam Rapat Koordinasi  Pengendalian Kegiatan Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Tegal, Senin (20/11) di Ruang Adipura Komplek Balikota Tegal.

Tak hanya itu, Nursholeh Juga menginstruksikan kepada seluruh kepala OPD, selama masa pembahasan anggaran murni 2018 sampai pada proses penetapan APBD II kota Tegal oleh DPRD Kota Tegal, dilarang untuk meninggalkan tempat, untuk undangan dari luar kota Tegal, Nursholeh menyampaikan agar diwakilkan kepada kepala seksi atau kepala bidang terkait.

Dan bagi OPD dengan capaian kinerjanya dibawah target, agar terus fokus dan terus menerus memonitor, Nursholeh juga mendapat laporan masih terdapat pekerjaan dengan pihak ketiga penyedia barang dan jasa sebagai pelaksananya yang belum diselesaikan atau masa kontrak berakhir sampai dengan hari-hari terakhir tahun anggaran 2017, menurut Nursholeh ini membutuhkan perhatian lebih terutama bagi pengguna anggaran dan kuasa pengguna anggaran  sebagai penanggung jawab anggaran, pejabat pembuat komitmen  sebagai penanggung jawab kontrak dan pengawas lapangan, untuk terus memonitor perkembangan pekerjaan agar capaian pekerjaan bisa sesuai jadwal atau tidak mengalami keterlambatan, mengingat waktu efektif tinggal satu setengah bulan.

Berdasarkan laporan Kepala Bagian Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Tegal Haryana menyampaikan dari 83 OPD Se-kota Tegal, setidaknya ada 40 OPD yang penyerapan keuangannya masih dibawah 50 persen, sampai dengan akhir September 2017, dan 43 OPD lainnya penyerapannya sudah diatas 50 persen.

Haryana menyampaikan Perlu perhatian dan upaya lebih keras guna mengawasi dan mengendalikan pekerjaan yang dilaksanakan oleh penyedia barang jasa terutama pada pekerjaan dengan masa akhir kontrak mendekati akhir tahun anggaran, sehingga tidak terjadi putus kontrak dan black list.(tm-bagian humas dan protokol)

 

Berita Lainnya

Pedagang Pasar Kejambon Mulai Tempati Pasar Sementara
Berita 22 Apr, 2017

Pedagang Pasar Kejambon Mulai Tempati Pasar Sementara

TEGAL- Ratusan pedagang mulai menempati pasar sementara, Sabtu (22/4) sebagai dampak bakal direnovasinya pasar kejambon di Jalan Sultan Agung Kejambon.…

Slamet Ambari Kembali Masuk Nominasi
Berita 31 May, 2018

Slamet Ambari Kembali Masuk Nominasi

TEGAL - Pemeran tokoh Jadag dalam film Turah, Slamet Ambari menenggerkan namanya dalam deretan nama-nama aktor dalam moninasi Pendatang Baru…

Sinergitas Membawa Penegakan Hukum Lebih Baik Lagi
Berita 25 Apr, 2018

Sinergitas Membawa Penegakan Hukum Lebih Baik Lagi

Tegal – Tim Pengawasan Orang Asing Wilayah Kecamatan Kota Tegal di kukuhkan berdasarkan surat keputusan kepala Kantor Imigrasi Kelas 2…

TMMD Sengkuyung Tahap III selesai 100 persen.
Berita 13 Nov, 2018

TMMD Sengkuyung Tahap III selesai 100 persen.

Tegal- TMMD Sengkuyung Tahap III Provinsi Jawa Tengah Tahun 2018 di Wilayah Kodim 0712/Tegal dengan tema "TNI Manunggal Rakyat Dalam…

Poliklinik UPS Tegal Bersama Dinkes Sosialisasi HIV/AIDS
Berita 20 Aug, 2018

Poliklinik UPS Tegal Bersama Dinkes Sosialisasi HIV/AIDS

TEGAL – Poliklinik UPS Tegal bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Tegal mengadakan sosialisasi pencegahan dan penanggulangan HIV/ AIDS. Kegiatan…

Warga Kurang Mampu Didata
Berita 29 Dec, 2017

Warga Kurang Mampu Didata

TEGAL-Warga kurang mampu di Kota Tegal didata pada Mekanisme Pemutakhiran Mandiri (MPM) Data Terpadu Program Penanganan Fakir Miskin yang digelar…

Most from this category