Bertemu Menteri Susi, Walikota Minta Menteri Dialog Dengan Nelayan.

TEGAL- Plt. Walikota Tegal Drs. HM. Nursholeh,M.MPd menginginkan kehadirian Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pujiastuti di Kota Tegal dapat membuka jalur dialog dengan para nelayan terkait larangan penggunaan cantrang sesuai yang tercantum dalam Peraturan Menteri Keluatan dan Perikanan No.2 Tahun 2015. Hal itu diungkapkan Plt. Walikota Tegal saat membuka Pentas Wayang Kulit Ki Enthus Susmono yang dihadiri Menteri KKP dan Dirjen Perikanan Tangkap Sjarief Widjaja dan Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia Yusuf Solichien. Selasa. (13/11) malam di Area Jalingkut Kota Tegal.

Plt. Walikota Tegal Drs. HM Nursholeh mengatakan kedatangan Menteri Susi Pujiastuti sangat diharapkan karena sebagian masyarakat Kota Tegal khususnya para nelayan sudah cukup lama ingin bertemu dengan Menteri Susi terkait dengan penjelasan Peraturan Menteri Nomor 2 Tahun 2015 tentang pelarangan penggunaan alat tangkap trawl dan seine net, yang didalamnya termasuk cantrang.

“Kedatangan ibu menteri ini seperti membuka peluang dibangunnya dialog dengan para nelayan, mengingat secara data produksi perikanan tangkap Kota Tegal saat ini masih menempati ranking tertinggi se-Jawa Tengah yakni mencapai 25 juta ton, dengan nilai produksi mencapai 273 miliar”,ucapnya.

Sementara itu dihadapan ratusan nelayan Kota Tegal, Menteri Kelautan dan Perikanan Kelautan Susi Pujiastuti mengatakan bahwa dirinya masih prihatin dengan nelayan pantura (pantai utara) termasuk Kota Tegal yang sampai sekarang meributkan soal larangan cantrang. Padahal menurutnya laut Indonesia sekarang ini sudah mulai pulih, bahkan di beberapa daerah nelayan bahkan mampu mendapatkan berton ton ikan dalan sekali tarik karena sudah tidak ada lagi illegal fishing serta mulai beralihnya nelayan memakai alat tangkap yang ramah lingkungan.

“Saya hanya melarang untuk  alat tangkap yang tidak sesuai aturan saja, ini supaya para nelayan tidak dapat hanya dapat ikan yang murah saja, karena daerah lain sudah banyak nelayan yang mendapatkan ikan yang harganya lebih mahal.  “Tangkaplah yang besar yang untungnya besar”, jangan tangkap yang kecil yang harganya murah”, tegasnya.  “Ini bukan pelaranngan namun pengaturan, ini untuk kesejahteraan semua nelayan”,imbuhnya.

“Sekarang saat nya beralih, demi kesejahteraan tolong berfikir panjang jangan mudah terprovokasi, saya mohon kesadaran bapak ibu nelayan sendiri”,ucapnya.

Selain itu Susi juga meminta Tempat Pelelangan Ikan (TPI) sudah seharusnya “hidup” seperti dahulu. Susi meminta semua kapal harus menjual ikan di TPI. Selain untuk kemenangan nelayan harga ikan juga tidak akan jatuh karena ikan harus lelang dan KUD juga dapat berperan menyimbangkan harga.

Terkait ilegal fishing oleh kapal asing yang merajalela sempat stok ikan Indonesia mengalami penururnan yang sangat drastis, karena itu Susi meminta nelayan agar nelayan melaporkan jika masih melihat kapal asing yang menangkap ikan di laut Indonesia. “Asing boleh bangun pabrik untuk proses, tapi menangkap dan menjual ikan  hanya boleh untuk orang Indonesia”,tegasnya

Sementara itu, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Yusuf Solichien usai melakukan penandatangan Mou antara HNSI dan Kementerian Keluatan dan Perikanan mengatakan Mou antara HNSI dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) merupakan momen bersejarah dalam perjuangan meningkatkan taraf hidup kaum nelayan di Indonesia.

Yusuf mengatakan nelayan saat ini juga tidak boleh egois hanya memikirkan untuk saat ini namun juga untuk generasi penerus bangsa kedepan. “Kelestarian ikan bukan hanya untuk kita saat ini, namun juga untuki masa depan anak-cucu kita”,ucapnya .

karena itu, dirinya berharap kerjasama tidak hanya diatas kertas namun turun ke lapangan untuk cari solusi terbaik. “Asal kan kebijakan Pemerintah berpihak pada nelayan dirinya berkomitmen akan tetap dukung, terlebih Ini momen yang baik untuk bangun industri perikanan ke depan”,pungkasnya.

Berita Lainnya

Kebakaran Pabrik Logam Jalan Cempaka Diduga Karena Tungku Tungkit Yang Terlalu Panas
Berita 31 Oct, 2017

Kebakaran Pabrik Logam Jalan Cempaka Diduga Karena Tungku Tungkit Yang Terlalu Panas

TEGAL- Pabrik pengecoran logam SU Anwari milik Slamet Sunmiatno (58) yang ada di jalan Cempaka Kota Tegal mengalami kebarakaran. Dugaan…

Pemerintah Kota Tegal Santuni Anak Yatim
Berita 20 Jun, 2017

Pemerintah Kota Tegal Santuni Anak Yatim

TEGAL – Pemberian santunan kepada anak yatim piatu oleh Pemerintah Kota Tegal pada hari Senin (19/6) sore yang dihadiri oleh…

Ekosistem Buatan Ikuti Krenova Kota Tegal
Berita 08 Mar, 2017

Ekosistem Buatan Ikuti Krenova Kota Tegal

TEGAL – Pelaksanaan Lomba Kreativitas dan Inovasi Masyarakat (Krenova) yang dilaksanakan oleh Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitaian dan Pengembangan Daerah Kota…

KKP Bagi 141 Paket Alat Tangkap Ikan Ramah Lingkungan
Berita 14 Nov, 2017

KKP Bagi 141 Paket Alat Tangkap Ikan Ramah Lingkungan

Nelayan kelurahan Tegal Sari mendapatkan bantuan 141 paket alat tangkap ikan ramah lingkungan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui…

Siswa Diajarkan Pembelajaran Umum dan Madrasah Diniyah
Berita 12 Sep, 2017

Siswa Diajarkan Pembelajaran Umum dan Madrasah Diniyah

TEGAL-SMP Negeri 2 Kota Tegal mengintegrasikan pembelajaran umum dengan madrasah diniyah untuk memberikan pemahaman agama islam kepada peserta didiknya. Kepala…

BMKG Himbau Masyarakat Waspada Hujan Disertai Angin dan Petir
Berita 21 Nov, 2017

BMKG Himbau Masyarakat Waspada Hujan Disertai Angin dan Petir

TEGAL-Prakirawan Cuaca BMKG Kota Tegal Laylya Isnaini mengatakan saat ini Kota Tegal dan sekitanya sudah memasuki musin hujan. Oleh sebab…

Most from this category