Ketua Panwaslu : Pelaku Money Politik, Baik Pemberi dan Penerima Akan di Pidana

TEGAL – Ketua Panwaslu Kota Tegal Akbar Kusharyanto menegaskan bahwa dalam pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Tahun 2018 mendatang tidak boleh ada peserta yang melakukan money politik. Hal Itu diungkapkan Akbar dalam sambutannya pada Rapat Koordinasi Dengan Stakeholder Dalam Rangka Pilkada Serentak Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah dan Walikota dan Wakil Walikota Tegal Tahun 2018 yang dihadiri Plt. Walikota Tegal Drs. HM Nusholeh, M.MPd, beserta Forkopimda dan Pengurus Partai Politik di Kota Tegal. Rabu (8/10).di Hotel Bahari Inn.

Hal itu menurut Akabr sesuai dengan UU Pilkada No.7 Tahun 2017. Bahkan dikatakan Akbar selain akan dipidanakan, bagi pemberi juga akan dikenakan sanksi tambahan berupa diskualifikasi atau pembatalan keikutsertaannya dalam pilkada.Tidak hanya itu, dalam UU tersebut juga meminta agar ASN dan TNI, POLRI tetap menajaga netralitas dan tidak terlibat dalam politik praktis.

Karena pihaknya berharap dalam rapat tersebut dapat diperoleh penyamaan persepsi dengan semua stakeholder untuk  menentukan visi dan misi bahwa pemilu adalah sarana untuk memilih pemilih pimpinan daerah dan bukan tujuan akhir. Sukses pemilu menurutnya bukan dari penyelengaranya saja, namun dari semua komponen terlibat didalamya.

“Tugas itu tidak akan terwujud manakala semua stakeholder tidak terlibat dan ikut berperan serta dan tidak mempunyai persepsi yang sama”,pungkasnya.

Sementara itu Plt. Walikota Tegal Drs. HM. Nursholeh,M.MPd dalam sambutan pembukaanya mengatakan Pengawas Pemilu (Panwaslu) sebagai “juri” bisa berdiri dalam jarak yang sama adilnya terhadap sosok kandidat pemilu. Sehingga masing – masing pihak tidak dapat secara arogan berjalan sepihak hanya untuk kepentingan sendiri-sendiri.

Karena menurut walikota sukses pemilihan walikota – wakil walikota tahun 2018 terkait dengan masa depan Kota Tegal 5 tahun ke depan. “Kita memiliki pengalaman pahit pada produk pilkada lalu, dua walikota kita tersandung masalah korupsi, maka isu pilkada kedepan adalah masalah integritas membangun Kota Tegal dengan siap untuk tidak korupsi”,ucapnya.

Terkait netralitas Pegawai Negeri Sipil (PNS), walikota juga meminta kepada seluruh Pegawai Negeri Sipil di Kota Tegal dapat menjalankan  tugas dan fungsi sebagai aparatur pemerintah, abdi negara, dan abdi masyarakat secara proporsional dan profesional dengan tidak melibatkan diri dalam politik praktis.

“Namun sebagai warga negara Indonesia, PNS tetap berkewajiban menyalurkan aspirasi   politik     dalam pemungutan suara pemilihan umum 2018 secara langsung, umum, bebas, dan rahasia”,imbuhnya.

Netralitas PNS menurut walikota perlu di jaga agar dalam tubuh pegawai negeri sipil tidak lagi terpecah-belah dan tidak muncul loyalitas ganda yang akhirnya justru mengganggu keadilan tugas PNS dalam memberikan pelayanan pada masyarakat.

Kepada masyarakat walikota juga menghimbau untuk dapat mengendalikan diri dalam memberikan dukungan dan aspirasi politiknya dengan tidak melakukan tindakan anarkhis, hindari gesekan, jangan saling gasak, jangan saling gosok.

Berita Lainnya

Bayar PBB Malah Dapat Hadiah Motor
Berita 05 Dec, 2017

Bayar PBB Malah Dapat Hadiah Motor

Tegal - Latar belakang diadakannya Gebyar undian Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan Perkotaan (PBB-P2) Kota Tegal tahun 2017 adalah dalam…

Kapolres Tegal Kota Lepas Anggota dalam Wisuda Purna Bakti Polri
Berita 03 Jan, 2018

Kapolres Tegal Kota Lepas Anggota dalam Wisuda Purna Bakti Polri

TEGAL–Kepolisian Resor Tegal Kota Polda Jateng kembali mengelar upacara wisuda purna tugas bagi 6 personel Polri di Halaman Mapolres, Rabu…

BEM Fakultas Ekonomi UPS Tegal Adakan Seminar Nasional
Berita 16 Sep, 2017

BEM Fakultas Ekonomi UPS Tegal Adakan Seminar Nasional

TEGAL-Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Pancasakti (UPS) Tegal mengadakan seminar Nasional yang bertema “Kebijakan dan Strategi Pembangunan…

Hartono Kembali Pimpin KONI Kota Tegal
Berita 30 Jan, 2017

Hartono Kembali Pimpin KONI Kota Tegal

Hartono Santoso kembali terpilih secara aklamasi menjadi ketua umum KONI KotaTegal periode 2017-2021, pada Musyawarah olahraga kota (Musorkot) yang digelar…

Upacara Penurunan Bendera di Meriahkan Barongsay dan PBB Tanpa Aba-aba
Berita 24 Aug, 2017

Upacara Penurunan Bendera di Meriahkan Barongsay dan PBB Tanpa Aba-aba

TEGAL – Pelaksanaan Upacara Penutupan Bendera Merah Putih Hari Ulang Tahun Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke 72 berjalan lancar. Kegiatan …

Walikota Tetap Berpegang Pada Aturan
Berita 07 Feb, 2017

Walikota Tetap Berpegang Pada Aturan

TEGAL - “Walikota Tegal akan tetap berpegang pada hukum dan peraturan yang berlaku”, demikian dinyatakan oleh Doman Sitepu, SH., kuasa…

Most from this category