Batik Tegal dan Kardinah

TEGAL – Tanggal 2 Oktober merupakan hari Batik Nasional, dimana batik merupakan warisan budaya penetapan batik oleh UNESCO sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity). Tepatnya secara resmi pada 9 Januari 2009, beberapa bulan kemudian, tepatnya  pada 2 Oktober 2009, UNESCO mengukuhkan batik Indonesia dalam daftar Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi, di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.

Hampir setiap daerah memiliki batik khas sesuai kedaerahan masing-masing, baik dari corak, pewarnaan, motif dan bahan pewarna yang digunakan termasuk cara pembuatannya, Seperti di Tegal juga memiliki batik yang khas dengan daerah lain. Kita mengenal motif dapur ngebul, gribikan, cempaka putih, gruda (garuda), kawung, tapak kebo, semut runtung, sawatan, tumbar bolong, kawung, blarak sempal, kuku macan, beras mawur, ukel, batu pecah, kotakan, cecek awe, tambangan, grandilan, sawo rembet, buntoro, karung jenggot, kopi pecah, corak daun teh, poci, benang pedhot, mayang jambe dan corak lainnya.

Batik Tegal juga mendapat pengaruh dari Kardinah, dimana Kardinah lebih suka warna soga dan hitam, dan itulah yang kemudian dibawa ke Tegal, sehingga walupun batik Kardinah ‘’diilhami’’ oleh batik Lasem, namun yang dikembangkan di Tegal berbeda dari batik Lasem. Pada 1908 Kardinah pindah ke Tegal karena mengikuti suaminya, Bupati Reksonegoro.

Sejak tahun itu pula Kardinah mengajari membatik bagi anak-anak wanita di lingkungan pendopo. Kebiasaan Kardinah membatik dilakukan sejak kecil. Bersama kakak-kakaknya, Kartini dan Roekmini. Kardinah sering membatik  di serambi belakang kabupaten Jepara.

Mereka bertiga yang dikenal sebagai Tiga Serangkai ini memiliki kegemaran memakai kain batik hasil buatan sendiri. Dalam buku hariannya tertanggal ‘’Depok, September 1900’’ Dr N Andrian, seorang Indolog menulis tentang pertemuannya dengan Kartini, Kardinah dan Roekmini di Batavia, antara lain, bahwa mereka bertiga sama: berkebaya sutra putih berbunga-bunga jambu, berkonde dan berkalung emas tipis pada leher mereka, yang membuat mereka menjadi begitu cantik, dan ketiga-tiganya mengenakan sarung batik indah, buatan sendiri, bernawarna cokelat memikat (Surat, 6 November 1899, kepada Estella Zeehandelaar).

Kardinah dan saudari-saudarinya selalu mengenakan sarung batik buatan sendiri, bukan karena dengan demikian ia bisa pamer secara murah tentang kecakapannya membatik, tetapi dan terutama sekali untuk membanggakan keunggulan seni rakyat pribumi yang sejauh itu belum dikenal dan belum ditandingi oleh negeri manapun.

Kebanggaan itulah yang kemudian ditularkan kepada masyarakat Tegal lewat  sekolah Wismo Pranowo.

Upaya Kardinah dalam memperkenalkan hasil karya batik anak-anak didiknya bukan saja untuk dipakai sendiri tetapi juga dipamerkan.  Tiap tahun suaminya bersama dengan guru-guru Wismo Pranowo menyelenggarakan pasar malam di alun-alun Tegal. Bersama dengan Perkumpulan Kesenian Hindia cabang Tegal mengadakan pameran di Pekalongan dan Cirebon (Surat-surat Adik RA Kartini, Frits GP Jaquet 2005: 273).

Batik Tegal sudah berabad lamanya dikenal di kota-kota besar di Indonesia. Pengenalan batik Tegal tidak lepas dari perjuangan Kardinah. Bersama kakaknya, Kartini dan Roekmini, Kardinah berupaya meningkatkan derajat dan peradaban rakyat Indonesia.

Pikiran-pikiran dan kegiatan Tiga Serangkai ini mengilhami pergerakan nasional yang ditandai dengan berdiri Budi Utomo pada 1908. Sebelum ikrar Sumpah Pemuda 1928, mereka juga telah menggalang persatuan dalam ‘’perkumpulan’’ Jong Java.

Sumber :Yono Daryono, aktivis budaya Kota Tegal/Info Tegal

Berita Lainnya

Hujan Tak Menyurutkan Semangat Acara Dzikir Manakib
Berita 17 Feb, 2017

Hujan Tak Menyurutkan Semangat Acara Dzikir Manakib

TEGAL –  Hujan tak kunjung reda, di malam acara Dzikir Manakib dalam rangka Khaul Al Maghfullah KH. Ma’ruf Sidiq bin…

Pedagang Diajak Jajakan Jajanan Sehat
Berita 02 Nov, 2017

Pedagang Diajak Jajakan Jajanan Sehat

TEGAL-Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tegal gelar pertemuan MPA-HAST Hygiene Sanitasi SD/MI, Kamis (2/11) di aula Kecamatan Tegal Selatan. Sedikitnya 20…

Naora Bius Ribuan Pengunjung Tegal Kuliner
Berita 20 Mar, 2017

Naora Bius Ribuan Pengunjung Tegal Kuliner

TEGAL-Kehadiran Naora dihadapan Walikota Tegal, tamu undangan dan ribuan pengunjung yang memadati pencanangan Tegal sebagai Kota Kuliner di Jalan Veteran,…

Listrik Masuk ke Pantai Pulo Kodok
Berita 12 Jan, 2018

Listrik Masuk ke Pantai Pulo Kodok

TEGAL - Terlihat pegawai PLN sedang memasang tiang listrik di area Pantai Pulo Kosok Kelurahan Panggung Tegal Timur Kota Tegal.…

Sekitar 200 Anak Ramaikan Kado Pekan Ceria
Berita 06 Aug, 2017

Sekitar 200 Anak Ramaikan Kado Pekan Ceria

TEGAL- Memperingati Hari Anak dan HUT Kemerdekaan RI ke 72, Forum Anak Tegal Bahari (FANTRI) bekerjasama dengan Kampung Dongeng memberikan…

Pemkot Tegal Gelar Lomba Dakwah
Berita 04 Apr, 2017

Pemkot Tegal Gelar Lomba Dakwah

TEGAL-Pemerintah Kota Tegal menggelat lomba dakwah dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Tegal yang ke-437 di Pendopo Kota…

Most from this category