Tidak Ada Potensi Cantrang Merusak Lingkungan dan Ekosistem laut.

Tegal – Upaya dan perjuangan para nelayan cantrang Kota Tegal untuk bisa melaut kembali di apresiasi oleh Pemerintah Kota Tegal melalui Walikota Tegal, KMT. Hj. Siti Masitha Soeparno. Setidaknya sudah dilakukan 4 kali uji petik oleh para nelayan cantrang tentang aman dan ramah lingkungan penggunaan alat tangkap cantrang, terakhir adalah dengan melakukan uji petik yang melibatkan berbagai unsur termasuk dari Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Tengah dan stakeholder yang terkait.

Bentuk nyata dukungan walikota Tegal terhadap nelayan adalah dengan bersama-sama  nelayan cantrang Kota Tegal pergi melaut mengguanakan alat tangkap cantrang beberapa waktu yang lalu, dimana hasilnya terbukti alat tangkap cantrang aman dan tidak merusak lingkungan.

Sebagaimana disampaikan oleh walikota ketika mendapat kesempatan diwawancarai eksklusif oleh salah satu stasiun tv swasta nasional dan wartabahari.com, Jumat(11/8/2017) di Pelabuhan Jongor, Tegalsari

“Tidak ada yang namanya kekhawatiran bahkan potensi yang  akan merusak daripada ekosistem ikan-ikan tertentu dan lingkungan, saya bisa yakinkan itu karena saya sendiri sudah ikut dalam uji petik ke laut dan melihat langsung realita di lapangan,” ucap Walikota.

“Saya harapkan dalam perjuangan kita bersama terkait adalah keberlangsungan daripada hidup dan penghidupan para nelayan ini tentu saja bisa menjadi kajian ulang dari pemerintah pusat untuk bagaimana nelayan bisa melaut kembali, kalau perlu saya himbau ibu menteri dan jajarannya turunlah datang kesini. Kita sama-sama ketengah laut kita adakan uji petik supaya bisa melihat sendiri,” tambah Walikota.

Walikota juga mengapresiasi atas perhatian dari Bapak Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo melalui staff ahlinya, Teten Masduki yang turun langsung dan bertatap muka mengadakan komunikasi dialog dengan para nelayan.

“Beliau sampai saat ini tetap mengajak kita bagaimana  untuk mengumpulkan data-data yang sangat komprehensif apakah itu lewat pemberitaan, video dan lain sebagainya bahwa memang tidak ada sedikitpun bahkan potensi cantrang untuk merusak lingkungan.” tutur Walikota.

Langkah kongkrit Pemerintah Kota Tegal lainnya dalam mendukung supaya nelayan bisa melaut adalah dengan mengundang ketua Watimpres, Sri Adiningsih untuk mengadakan dialog dan melihat langsung, komunikasi yang cukup intens dan masih dilakukan dengan pemerintah pusat dalam hal ini dengan Teten Masduki.

Bahkan pada tanggal 26 Juli yang lalu Pemerintah Kota Tegal berkirim surat kepada Bapak Presiden Republik Indonesia yang tembusannya kepada Kemenko Maritim dan IbuMmenteri Kelautan dan perikanan bahwa dari hasil pantauan langsung ketengah laut bersama para nelayan, cantrang ramah lingkungan.

Dengan tenggang waktu yang sampai dengan Desember 2017 nelayan cantrang bisa melaut, kedepannya walikota juga berharap bahwa dalam memberikan solusi kepada para nelayan tidak malah menambah berat beban nelayan karena semua ini terkait dengan aspek ekonomi dimana rata rata mereka dalam beraktifitas menjadi nelayan membutuhkan modal yang cukup besar, “Yang paling utama adalah solusi apa yang diberikan kepada masyarakat nelayan, tentu saja khususnya kepedulian saya terhadap masyarakat saya di Kota Tegal. Kalaupun ada solusi janganlah lebih memberatkan satu dari aspek ekonomi,” ucap Walikota.

“Jangan menjadi beban untuk nanti masyarakat ini harus meminjam lagi untuk alat yang baru, mungkin teknologinya perlu waktu untuk bisa diajarkan, ditransfer dan nanti sistemnya akan seperti apa, apakah akan diberikan kepada para nelayan atau apakah nelayan harus lagi mengangkat kredit baru,” imbuh Walikota.

“Saya tentu akan terus mendampingi dan mengapresiasi bahwa aspirasi yang selama ini disampaikan tidak ada sama sekali yang mengandung destruktif atau anarkis, sehingga penyampaian itu murni dari hati para nelayan yang terdampak daripada permen tersebut bagaimana solusi dari hidup dan penghidupan yang menuju kesejahteraan para nelayan kita,” pungkas Walikota.

Sementara itu disampaikan oleh Ketua PNKT Eko Susanto pada saat menyerahkan kaos sebagai simbol cantrang aman dan save cantrang menyampaikan ucapan terimakasih atas kepedulian walikota kepada nelayan dan pesan yang ingin disampaikan bahwa berdasarkan uji petik beberapa kali bahwa cantrang ini adalah tetap ramah lingkungan “save cantrang” pekik Santo.

Seorang tokoh nelayan Kota TegalTambari Gustam saat dikonfirmasi menegaskan dan  mengibaratkan tentang pelarangan cantrang “Kalau kita pake hp jadul dan pindah ke hp terbaru menyesuaikannya lagi lama, apalagi para nahkoda cantrang pindah ke Gilnet belajar lagi orangnya ganti lagi, dan ini sesuatu yang dipaksakan,”

Berita Lainnya

DPPKBP2PA Kota Tegal Adakan Seminar Keluarga Harmonis
Berita 12 Dec, 2017

DPPKBP2PA Kota Tegal Adakan Seminar Keluarga Harmonis

TEGAL - Bertempat di Ruang Adipura Komplek Balaikota Tegal pada Selasa (12/12) telah berlangsung seminar peringatan hari Ibu ke 89…

Sudah Terdaftar di DPT Pemilu 2019? Ini Cara Mengeceknya
Berita 01 Oct, 2018

Sudah Terdaftar di DPT Pemilu 2019? Ini Cara Mengeceknya

TEGAL-Komisoner KPU Kota Tegal,Thomas Budiono, mengajak masyarakat untuk mensukseskan pemilu 2019 melalui Gerakan Melindungi Hak Pilih 2019. Untuk mengetahui masuk…

Wujudkan Pelabuhan Bersih, PPP Bersih Pantai
Berita 03 Aug, 2017

Wujudkan Pelabuhan Bersih, PPP Bersih Pantai

TEGAL-Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Tengah melalui Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Tegalsari gelar Kegiatan Pengelolaan dan Pengembangan Sarana Prasarana Pelabuhan Perikanan…

Walikota Tegal Buka Puasa Bersama di Lapas Kelas II B Tegal
Berita 16 Jun, 2017

Walikota Tegal Buka Puasa Bersama di Lapas Kelas II B Tegal

TEGAL – Walikota Tegal KMT Hj. Siti Masitha Soeparno beserta jajaran OPD di Pemerintahan Kota Tegal pada Kamis (16/6) melakukan…

Dewan Riset Daerah Gelar Bintek Sanitasi Lingkungan
Berita 11 Apr, 2018

Dewan Riset Daerah Gelar Bintek Sanitasi Lingkungan

TEGAL- Dewan Riset Daerah (DRD) Kota Tegal menggelar bintek saniatasi lingkungan dalam rangka penataan dan mengurangi kota kumuh di Kota…

GMBI Minta, Pemkot Tata Lapangan Alun-alun
Berita 22 May, 2018

GMBI Minta, Pemkot Tata Lapangan Alun-alun

Setelah dirasa mulai menganggu kenyamanan pengunjung lapangan Alun-alun Kota Tegal, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) Distrik…

Most from this category