Kepala Sekolah Dapat Sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan

TEGAL-BPJS Ketenagakerjaan Cabang Tegal menggelar sosialisasi kepada ratusan Kepala Sekolah di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tegal, Selasa (26/7) di gedung  Mulya Damai Tegal.

Marketing Officer BPJS Ketenagakerjaan Cabang Tegal Regha menuturkan di Indonesia BPJS ada dua jenis, BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan yang sebelumnya dikenal dengan Jamsostek. BPJS Ketenagakerjaan memiliki empat program jaminan sosial

“Jaminan kecelakaan kerja, jamninan kematian, jaminan hari tua dan jaminan pensiun”, ungkap Regha.

Jaminan kecelakaan kerja, Kata Regha, merupakan perlindungan untuk resiko dari kecelakaan kerja dan penyakit yang diakibatkan karena bekerja. “Manfaatnya adalah biaya pengobatan di rumah sakit ditanggung BPJS Ketenagakerjaan dan tidak ada batasan biaya”, imbuh Dia.

Menurut Dia, Kecelakaan kerja dapat disembuhkan, cacat bahkan kematian.  Misalkan menyebabkan kematian maka akan diberikan santunan sebesar Rp. 79.800.000 dan cacat tetap sebesar Rp. 88.800.000 serta  bantuan beasiswa anak sebesar Rp. 12 juta. “Total yang didapat cukup membayar iuran manfaat 3.600 perbulan perorang”, ujar Dia.

Kemudian, Jaminan kematian yaitu santunan kepada peserta BPJS Ketenagakerjaan yang meninggal dunia diluar jam kerja. Bisa karena sakit sampai dengan bunuh diri akan diberikan santunan sampai dengan Rp. 24.000.000. “Bila sudah terdaftar 5 tahun maka akan mendaftar tambahan Rp. 12 juta, semua manfaat itu cukup dengan 4500 untuk mendapatkan manfaat jaminan kematian”, ungkap Regha.

Lalu, Jaminan hari tua yaitu  menabung iuran Rp. 8.500 per orang. 100 persen uang kembali tidak ada potongan pajak justru ada tambahan manfaat dan dapat dicairkan di 121 kantor cabang se indonesia.

Dan Jaminan pensiun. Saat ini yang mendapatkan jaminan penaiun hanya PNS dan pekerja swasta BUMN. Namun dengan Iuran Rp. 45.000 per bulan dapat menikmati masa pensiun. “Untuk jaminan penaiun ada 2 tata cara yaitu pabila peserta mencapai 15 tahun, kita berikan setiap bulan selama masih hidup, bila sudah meninggal ke istri atau ke anak sebelum usia 20 tahun.  Bila kurang dari 15 tahun, maka jumlah diterima sekaligus”, pungkasnya.

Salah satu kepala sekolah mengatakan kegiatan sosialisasi oleh BPJS Ketenagakerjaan bagus. Namun pihaknya akan musyawarah degan dewan guru dan komite, apakah akan ikut peserta BPJS Ketenagakerjaan atau tidak. Sebab dana BOS tidak boleh digunakan untuk iuran-iuran seperti ini. “Kita akan cari formulasinya nanti bagaimana”, pungkasnya. (S.Mu’min/wartabahari.com)

Berita Lainnya

Jalan Sehat Bersama Walikota Sebagai puncak Acara Hut PGRI ke 71
Berita 03 Dec, 2016

Jalan Sehat Bersama Walikota Sebagai puncak Acara Hut PGRI ke 71

HUT PGRI ke 71 tahun 2016 Serangkaian kegiatan dalam rangka HUT PGRI ke 71 tingkat Kota Tegal dilaksanakan mulai dari…

Catatan 72 Tahun Kemerdekaan Indonesia: Kontribusi JKN-KIS Bagi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
Berita 15 Aug, 2017

Catatan 72 Tahun Kemerdekaan Indonesia: Kontribusi JKN-KIS Bagi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

JAKARTA-Bergulirnya program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) berdampak terhadap pelayanan kesehatan masyarakat. Program JKN-KIS membuka akses yang…

Walikota Segera Tutup Karaoke Tak Berizin
Berita 30 Oct, 2018

Walikota Segera Tutup Karaoke Tak Berizin

TEGAL- Walikota Tegal Drs.HM nursholeh, M.MPd secara tegas menyatakan akan menutup karaoke yang tak memiliki ijin. Sesuai Peraturan Daerah Kota…

Capaian PBB Saat Ini Sampai 78 Persen
Berita 08 Dec, 2017

Capaian PBB Saat Ini Sampai 78 Persen

TEGAL – Realisasi penerimaan pembayaran Pajak Bumi Bangunan (PBB) di Kota Tegal hingga 30 November 2017 dilaporkan mencapai 78 persen…

Menjaga Ruh Sastra Melalui Musikalisasi Puisi
Berita 25 Sep, 2017

Menjaga Ruh Sastra Melalui Musikalisasi Puisi

TEGAL – Penyelenggaraan Musikalisasi Puisi yang dilakukan oleh peserta didik SMA Negeri 1 Kota Tegal pada Sabtu (23/9) menempatkan 18…

Pemkot Mulai Tertibkan Kawasan Alun-alun Tegal
Berita 14 Aug, 2018

Pemkot Mulai Tertibkan Kawasan Alun-alun Tegal

TEGAL-Pemerintah Kota Tegal melalui Satuan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tegal mulai melakukan penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL)…

Most from this category