Walikota : Cantrang Tidak Merusak Lingkungan

Di tengah pro-kontra pelarangan cantrang, Walikota Tegal Siti Masitha Soeparno menyatakan bahwa cantrang tidak merusak lingkungan.Dia berharap tidak ada larangan penggunaan alat tangkap cantrang bagi nelayan.

“Saya tidak setuju kalau cantrang dianggap merusak karang laut dan lingkungan.  Cantrang itu ramah lingkungan. Jadi saya harap pelarangan cantrang agar ditarik kembali” ujar Bunda Sitha, sapaan akrab Siti Masitha, usai menghadiri acara Pameran Produk Unggulan dan Potensi Daerah Jawa Tengah di TMII, Jakarta (22/7).

Melalui praktek langsung alat cantrang yang disaksikan oleh Walikota Tegal, Lanal, Pol Airud, PNKT, dan Dinas Kelautan pada bulan desember lalu, Walikota berkesimpulan bahwa alat tangkap cantrang tidak merusak lingkungan.

Walikota juga berencana akan mengirimkan surat kepada Presiden RI terkait peninjauan kembali aturan pelarangan cantrang.

“Kesimpulan saya cantrang tidak merusak. Dan dalam waktu dekat kami akan berkirim surat kepada Pak Presiden, memohon agar pelarangan cantrang ditinjau ulang” tambahnya.

Ditemui secara terpisah Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, Pertanian dan Pangan Kota Tegal, Ir. Noor Fauady  membenarkan rencana tersebut.

“Benar, berdasarkan praktek langsung yang pernah dilakukan di laut,hasil tangkapan alat cantrang  tidak ada ekosistem dasar laut yang ikut terbawa, selain ikan. Jadi Walikota berencana untuk memohon peninjauan kembali aturan pelarangan cantrang” ujar Noor Fuady.

“Lagipula kalau jaring cantrang menyentuh karang tentu akan rusak. Jadi tidak mungkin nelayan menebar alat tangkap cantrang di areal laut yang terdapat karang” tambahnya.

Lebih jauh Noor mengungkapkan bahwa cantrang tidak tergolong trawl yang dilarang oleh pemerintah. Ini diperkuat oleh pendapat Ahli Perikanan dari IPB, Nimmi Zulbainarni yang menyatakan secara bentuk dan pengoperasian sangat berbeda antara cantrang dengan trawl.

“Kalau trawl itu ukuran mata jaringnya kurang dari 2 inchi, dan itu yang dilarang oleh Permen Kelautan dan Perikanan 42/2014. Sedangkan ukuran mata jaring cantrang itu bisa mencapai 9 inchi, meskipun sampai di kantung jaring ukurannya kian mengecil hingga kurang dari 2 inchi. Jadi jelas berbeda”.

“Dari pengoperasiannya pun berbeda. Pengoperasian trawl itu dilakukan dengan menyeretnya di dasar perairan, sedangkan cantrang ditarik di kolom air. Jadi kalau dibilang merusak karang itu tidak benar” tambah Noor.

Noor juga mengingatkan bahwa sektor perikanan sangat menopang perekonomian masyarakat Kota Tegal. Dan sebagian besarnelayan Kota Tegal telah menggunakan cantrang selama puluhan tahun. Dia khawatir pelarangan cantrang akan berdampak pada terganggunya perputaran ekonomi di Kota Tegal.

“Selama ini sektor perikanan cukup berpengaruh terhadap sektor perekonomian lainnya, baik sektor perdagangan, industri maupun perbankan. Dikhawatirkan pelarangan cantrang bisa mengganggu perekonomian daerah” pungkasnya.

Berita Lainnya

Tegal Tempo Dulu Potensi Wisata Kota Tegal
Berita 14 May, 2017

Tegal Tempo Dulu Potensi Wisata Kota Tegal

TEGAL-Festival Seni Budaya dan Kuliner Tegal Tempo Dulu yang menjadi event tahunan Pemerintah Kota Tegal menjadi potensi wisata Kota Tegal.…

95 Warga Disabilitas dan Kurang Mampu Kota Tegal Terima KJS.
Berita 05 Oct, 2017

95 Warga Disabilitas dan Kurang Mampu Kota Tegal Terima KJS.

TEGAL- Sebanyak 95 warga Kota Tegal menerima Katu Jawa Tengah Sejahtera (KJS) dari Pemerintah Kota Tegal. Penyerahan KJS dilakukan secara…

Berita 26 Sep, 2017

KPU Kota Tegal Lounching Tahapan Pilkada

TEGAL-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tegal  secara resmi meluncurkan tahapan pilkada tahun 2018, Selasa (26/9) di halaman KPU Kota Tegal,…

Pemkot Tegal Adakan Peringatan Tahun Baru Islam 1439 H
Berita 27 Sep, 2017

Pemkot Tegal Adakan Peringatan Tahun Baru Islam 1439 H

TEGAL -  Peringatan Tahun Baru Islam 1439 H di Lingkungan Pemerintah Kota Tegal yang diselenggarakan pada hari Selasa (26/9) malam…

Tetap Junjung Sportivitas Popda
Berita 22 Feb, 2017

Tetap Junjung Sportivitas Popda

TEGAL- Pagi ini (22/2), suasana nampak berbeda di Gor Wisanggeni Tegal. Ratusan orang berduyun-duyun mulai berdatangan. Ada yang menggunakan sepeda…

Puluhan Ibu Dilatih Membuat Sushi
Berita 05 Oct, 2017

Puluhan Ibu Dilatih Membuat Sushi

TEGAL-Puluhan ibu terlihat sibuk memasak di aula Eks Samsat komplek Balai Kota Tegal, Kamis (5/10). Mereka sedang membuat masakah khas…

Most from this category