PLN Genjot Pelanggan Pra Bayar: Listrik Pintar Lebih Menguntungkan

YOGYAKARTA- PT PLN (Persero) Distribusi Jateng-DIY terus menggenjot jumlah pelanggan listrik Pra Bayar di wilayahnya. Pada tahun ini, pelanggan sektor rumah tangga yang menggunakan jenis listrik Prabayar atau disebut juga Listrik Pintar ini ditargetkan bisa bertambah 444.918 pelanggan.

Deputi Manajer Komunikasi dan Bina Lingkungan PT PLN (Persero) Distribusi Jateng-DIY, Hadian Sakti Laksana mengatakan, saat ini dari total sejumlah 9.684.785 pelanggan rumah tangga di Jateng-DIY, sebanyak 3.067.610 pelanggan sudah menggunakan listrik pintar. Jumlah pengguna listrik pintar ini terus meningkat dari waktu ke waktu.

“Secara total jumlah pelanggan PLN di Jateng-DIY ada 10.445.642 pelanggan dimana sekitar 92,7% merupakan pelanggan rumah tangga. Dari jumlah tersebut, 31,6 % pelanggan rumah tangga sudah beralih menggunakan listrik Prabayar,” katanya, kemarin.

Makin tingginya pengguna listrik pra bayar, lanjutnya, telah menunjukkan jika masyarakat pelanggan listrik makin sadar akan keuntungan-keuntungan yang akan diperoleh. Keuntungan dari pemakaian listrik pra bayar / listrik pintar antara lain pelanggan terbebas dari kesalahan pembacaan meter dan denda biaya keterlambatan jika terlambat mengisi. “Kalau pakai listrik pintar, pulsa habis dan tidak segera diisi, maka otomatis listrik tidak menyala, tapi tidak dikenakan denda biaya keterlambatan seperti halnya listrik konvensional,” ujarnya.

Ditambahkan, keuntungan lainnya yakni tidak ada biaya abodeman dan pelanggan PLN juga terbebas dari uang jaminan langganan. “Jumlah token listrik yang terisi pun tak berbatas waktu, dan tidak pernah kadaluwarsa,” imbuhnya.

Terkait biaya token listrik, Sakti menegaskan, dalam setiap pembeliannya pelanggan hanya dikenakan biaya PPJU (Pajak Penerangan Jalan Umum) maksimum 8 s/d 9 % dari nilai pembeliannya. Biaya PPJU ini dikenakan untuk seluruh pelanggan listrik termasuk pelanggan listrik paska bayar. Di setiap daerah pun berbeda-beda besarnya sesuai Perda masing-masing Kota atau Kabupaten.

Selain itu, dikenai biaya materai Rp 3.000 per transaksi untuk setiap pembelian token di atas Rp250.000. Untuk biaya administrasinya pun bervariatif dengan maksimal Rp3.000, tergantung masing-masing bank.
“Dari sisa potongan biaya-biaya tersebut dalam setiap transaksi rupiahnya, kemudian dibagi dengan biaya per 1 kwh,” terangnya.

Dicontohkan, jika seorang pelanggan PLN dengan daya 1300 VA membeli token listrik senilai Rp100.000, maka dari nilai tersebut akan dipotong 8% untuk biaya PPJU sebesar Rp8.000. Selanjutnya sisanya Rp92.000 akan dipotong biaya administrasi Rp3.000, dengan sisa Rp89.000,-.

“Dari sisa Rp 89.000 tersebut, lantas dibagi biaya per kWH untuk pelanggan 1300 VA sebesar Rp 1.467,28. Dari hasil perhitungan tersebut barulah muncul jumlah listrik yang tertera di meteran,” ungkapnya.

Sakti menegaskan, bagi pelanggan yang masih belum mengetahui informasi mengenai listrik pintar ini bisa menghubungi kontak center No. telp 123, untuk mendapatkan penjelasan. Dengan begitu, informasi yang diperoleh dapat dipertanggungjawabkan. (S.Mu’min)

 

 

Berita Lainnya

Stop Narkoba ! Pegawai KPP Pratama Tegal Tes Urine
Berita 02 Feb, 2017

Stop Narkoba ! Pegawai KPP Pratama Tegal Tes Urine

TEGAL – Dalam rangka mewujudkan ASN (Aparatur Sipil Negara) yang BERSINAR (Bersih dari Narkoba), Kantor  Pelayanan Pajak Pratama Tegal menyenggarakan…

Plt. Walikota Beramah Tamah Dengan Gubernur
Berita 25 Jun, 2018

Plt. Walikota Beramah Tamah Dengan Gubernur

Semarang - Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Jawa Tengah di dampingi Sekda Provinsi Jawa Tengah, Dr. Ir. Sri Puryono, MP,…

Tegal Tempo Dulu Potensi Wisata Kota Tegal
Berita 14 May, 2017

Tegal Tempo Dulu Potensi Wisata Kota Tegal

TEGAL-Festival Seni Budaya dan Kuliner Tegal Tempo Dulu yang menjadi event tahunan Pemerintah Kota Tegal menjadi potensi wisata Kota Tegal.…

Walikota Hadiri Pelantikan HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia)
Berita 08 May, 2017

Walikota Hadiri Pelantikan HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia)

Walikota Tegal, KMT. Hj. Siti Masitha Soeparno hadir dalam pelantikan  HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia) cabang Kota Tegal, Sabtu (6/5/2017)…

Sri Rejeki: Batik Tegal Bukan Batik Ecek-ecek
Berita 03 Oct, 2017

Sri Rejeki: Batik Tegal Bukan Batik Ecek-ecek

TEGAL-Para pengrajin batik patut bangga sebab batik kini sudah menjadi warisan dunia. Salah satunya, Sri Rejeki ketua KUBE Canting Mas…

Pemerintah Kota Tegal Adakan Khotmil Qur’an
Berita 12 Apr, 2017

Pemerintah Kota Tegal Adakan Khotmil Qur’an

TEGAL – Penyelenggaraan Khotmil Qur’an dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Tegal yang ke 437 tahun yang dilaksanakan pada Senin…

Most from this category