Teater K1 Jakarta Pentaskan Rumah Yang Dikuburkan

TEGAL – ‘’Dunia sebagai sebuah mode, peristiwa sebagai sebuah mode, manusia sebagai sebuah mode. Dan aku adalah sebuah bangunan yang berantakan. Kita sudah tidak bersama-sama lagi dimanapun’’. Penggalan kalimat yang dilontarakan  salah satu aktor dalam sebuah pertunjukan Teater K1 dari Jakarta. Pementasan yang berlangsung di Taman Budaya Tegal pada jam 15.00 dan 20.00 WIB Selasa (21/3), karya Sam Shepard terjemahan Akhudiat saduran Afrizal Malna semua terbingkai dalam judul Rumah Yang Dikuburkan.

Pementasan yang hampir 2 jam tersebut menghadirkan tokoh-tokoh yang khas. Adalah Doj seorang bapak, ia mempunyai istri yang bernama Helie. Dari perkawainan keduanya mereka dikarunia tiga orang anak, yang masing-masing bernama Tilden, Bradli, Ansel (mati). Dan mempunyai seorang cucuk bernama Pins (anak dari Tilden). Doj Mengalami guncangan yang sangat berat dari perubahan sosial kehidupan di tempatnya, kemudian hidup dalam kemiskinan, dari kemiskinan itulah yang menjadikan keluarganya berantakan. Doj frustasi, sakit berkepanjangan. Doj menghabiskan hari-harinya dengan menonton televisi, minum-minuman beralkohol tanpa peduli dengan penyakitnya. Sang istri, tidak dapat berbuat apa-apa, tetapi Halie sering mengawasi gerak gerik Doj, Halie pun sering keluar rumah untuk menemui Bapak Dewis (Pendeta). Untuk melepas kesumpekan di rumah. Doj semakin tidak karuan. Kadang tingkahnya bak kekanak-kanakan, kadang meledak amarahnya. Kalimat-kalimat yang tak berpengertian dan selalu meributkan hal-hal yang tidak penting selalu diargumenkan. Doj dihadapkan pada persoalan yang pelik dalam anggota keluarganya. Tilden anaknya, yang telah lama pergi meninggalkan rumah untuk mencari penghidupan datang kembali kerumahnya. Tilden melakukan apa saja, yang dapat ia kerjakan dengan memetik jagung, tetapi Doj menganggapnya suatu hal yang aneh. Begitu pula dengan Bradli adiknya Tilden. Bradil bagi Doj adalah momok yang sangat menakutkan. Kakinya cacat akibat mesin gergaji yang mencincang kakinya itu. Bradli sering melakukan sikap yang aneh terhadap Doj, padahl Bradli sangat sayang kepada Doj. Kehadiran cucunya yang bernama Pins serta pacar Pins, yaitu Selie seakan menambah kebingungan peristiwa yang dialami Doj, apa yang dimaksud yang sedang berlansung dalam kehidupannya itu.

Kemunculan toloh Doj, Helie, Selie, Pins, Bradli dalam potongan-potongan lain pun dilhadirkan dengan tembakan layar proyektor. Perubahan properti menandakan ada perbedaan adegan dan membawa penonton pada titik yang lain. Semua sibuk dengan dirinya masing-masing. Bradli menambah suasana makin pekik, bunyi mesin gergaji meraung bertubi, makin keras dan keras.

Itulah keadaan pementasan Rumah Yang Dikuburkan yang disutradari oleh Mameth Z Tegong. Sesi diskusipun terjadi setelah pemantasan pertama selesai. Pertanyaan-pertnyaan pun muncul dari penonton. Seperti salah satu penonton menanyakan tentang keaktoran tokoh Bradli, dalam mengolah keadaan kaki kanannya yang cacat (pincang),  menurut Faiz Gemblong nampak ada keadaan (tanggung) ketika tokoh tersebut berajalan. Bukan hanya itu saja Faiz juga menyoal bagaimana Teater K1 dapat menggandeng kerja sama dengan pihak ketiga dalam hal pencarian dana pmentasan.’’.Bagi saya, mencari dana untuk pentas keliling. Apalagi di Tegal sendiri sangat sulit. Dukungan-dukungan belum bisa hadir untuk membantu proses pentas keliling’’, tutur Faiz Gemblong.

Namun berbeda dengan Apito Lahire, dengan menonton di pertunjukan yang kedua pukul 20.00 WIB. Nalarnya terus berjalan hingga pementasan usai. Bagi Apito, Rumah Yang Dikuburkan adalah pengocokan realitras, ruang, waktu. Delusi, alienasi, derap-derap problem psikis Doj,Halie, Bradli, Tilden, Pins dan Selie saling menyilang sengkarut. ‘’Sekitar dua jam lakon ini dimainkan Teater K1 Jakarta, memberi selubung simbolik, lapis-lapis semiotik tafsir atas teks karya Sam Shepard (terjemahan Akhudiat, saduran Afrizal Malna). Di tangan Mameth Z Tegong selaku sutradara seperti menyaksikan filsafat didedahkan lewat tawaran identitas peran’’. (S.Mu’min).

Berita Lainnya

Tekan Inflasi Selama Ramadhan, TPID Kota Tegal Siapkan Langkah Antisipasi
Berita 16 May, 2018

Tekan Inflasi Selama Ramadhan, TPID Kota Tegal Siapkan Langkah Antisipasi

Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Tegal tengah menyiapkan sejumlah langkah antisipatif untuk menekan potensi inflasi yang mungkin terjadi pada…

Walikota Buka Festival Anak Raudlatul Athfal.
Berita 30 Apr, 2017

Walikota Buka Festival Anak Raudlatul Athfal.

Tegal - Festival Anak Raudlatul Athfal (FARA) yang di inisiasi oleh Ikatan Guru Raudlatul Athfal (IGRA) pertama kali diadakan di…

Buku Antologi Puisi ‘’Pendakian’’ Diluncurkan
Berita 01 Sep, 2018

Buku Antologi Puisi ‘’Pendakian’’ Diluncurkan

TEGAL – Buku antologi puisi berhasil diluncurkan, Sabtu (2/8) malam di Pendopo Ki Gede Sebayu Kota Tegal. Peluncuran buku tersebut…

Menteri Susi Main Paddleboarding di PAI Kota Tegal
Berita 02 Feb, 2018

Menteri Susi Main Paddleboarding di PAI Kota Tegal

TEGAL- Setelah bersepeda bersama Kapolres Tegal Kota AKBP Jon Wesly Arianto dan Dandim 0712/Tegal Letkol KAV Kristiyanto, Menteri Kelautan dan…

Lomba Poster Peringati Hari TB
Berita 09 Apr, 2017

Lomba Poster Peringati Hari TB

TEGAL-Dalam rangka memperingati hari  Tuberculosis (TB) sedunia, Sub Sub Recipient (SSR) TB Aisyiyah Kota Tegal bekerja sama dengan Dinas Kesehatan…

Pelarangan Kapal Cantrang Dicabut, Pemkot Siapkan Langkah-Langkah Tindak Lanjut
Berita 18 Jan, 2018

Pelarangan Kapal Cantrang Dicabut, Pemkot Siapkan Langkah-Langkah Tindak Lanjut

JAKARTA-Pasca pencabutan larangan penggunaan kapal cantrang dalam menangkap ikan, pemerintah Kota Tegal akan segera menindak lanjuti dengan meninventarisir perahu cantrang…

Most from this category