Teater Akar Pentaskan Ruwatan Tetegual

TEGAL –Panggung besar di area Universitas Pancasakti Tegal pada Selasa (14/3) yang di penuhi properti sebuah pertunjukan teater. Dengan kain hitam mengelilingi area tersebut, sebagai tanda pembatas pertunjukan teater. Tak seperti biasa pertunjukan yang sering dilakukan di dalam ruangan, kali ini para mahasiswa yang tergabung dalam Teater Akar FKIP UPS Tegal menghadirkan pementasan diluar gedung. Penonton seakan diajak untuk mengikuti sebuah peristiwa budaya dalam kemasan Ruatan Tegal, kemasan pementasan tersebut dengan Judul Ruwatan Teteugal. Naskah yang ditulis oleh Alin Ambarwati dengan mengangkat kearifan lokal yang membawanya menjadikan naskah terbaik dalam Pekan Seni Mahasiswa Daerah Jateng 2016.

Adegan diawali dengan nyanyian lagu Tegal Keminclong Moncer Kotane yang dilantunkan oleh aktor  Sumarni, gadis pesisir pantai Tegal yang kembali di kampungnya karena tugas kuliah sudah usai. Ia habiskan waktu bersama ayahnya. Konflik pertama hadir dengan terdengarnya sebuah ledakan besar dari lautan, entah apa yang terjadi, membuat hati Sumarni dan Ayahnya serta para warga kampung kebingungan. Asumsi pun terbentuk didalam pola fikir warga, mungkin ledakan tersebut merupakan keterkaitannya dengan tradisi ruwatan yang hilang begitu saja. Adalah momok menakutkan bagi warga, bahwa Bala adalah sebuah musibah lantaran ruwatan tidak dilakukan lagi. Bagi masyarakat, Bala adalah petaka bagi meraka, dari hasil laut yang makin berkurang, hingga jatuhnya korban tenggelam di laut.

Penonton seakan diajak untuk memasuki dunia mereka, dunia konflik kepercayaan tentang ruwatan. Konflik antara Sumarni dengan warga pun tak terhidarkan, gejolak batin membabi buta dalam hati Sumarni. Otaknya diputar untuk segera melakukan tradisi ruwatan, meski ia seorang diri, namun upaya mengumpulkan warga menjadi kunci kehadiran dukungan para masyarakat pantai. Apalagi kehadiran Mbah Tarkim membuka jalan besar pelaksanaan ruwatan, meski kondisi Mbah Tarkim sepuh namun kehadirannya membuat makin jelas bagaimana ruwatan itu berjalan. Persiapan pun berlahan dilakukan oleh para warga dengan menyiapkan perlenglkapan ruwatan, mulai dari ancak yang berisi hasil bumi dan lainnya. Tari – tarian pun sudah siap untuk digelar pada acara ruwatan. Namun keesokan harinya, salah seorang warga menemukan dan membawa kabar mengkagetkan warga kampung. Bahwa telah ditemukan mayat perempuan, mayat tersebut adalah Sumarni. Keharuan pecah, tangisan tak dapat dibendung dari mata tua sang ayah Sumarni. Lurah dan warga kampung serta anak gadis setempat hanya terdiam, sedih bahkan menangis.

Kematian Sumarni seakan dikaburkan dalam pertunjukan tersebut, sebab musababnya membuat bertanya-tanya. Hentakanm musik mendayu mengakhiri babak pementasan tersebut. Penonton pun bersorak, bertepuk tangan. Dan rangkain pementasan tersebut ditutup dengan diskusi pementasan. Hadir para pekerja seni, penikmat seni, mahasiswa, dosen, dan masyarakat umum. Dalam penuturan Pimpinan Produksi, menyampaikan bahwa rangkain pementasan tersebut adalah dalam ranggka pentas keliling. ‘’Kami pentas keliling di beberapa kota diantaranya di Universitas PGRI Semarang, Universitas Muhammadiyah Purwokerto pada minggu ke emapat bulan ini. Dengan pentas keliling nantinya para penonton di kota lain dapat mengenal budaya Tegal, unsur-unsur Tegal kami hadirkan, baik dialog bahasa Tegal ataupun tentang kebudayaan lain.’’, tutur Inggit.

Dalam kesempatan diskusi, Sutradara pementasan tersebut menyampaikan rasa terimasih kepada para penonton yang berkenan hadir dan mau mengapresiasi pertunjukan. ‘’Terimakasih kawan kawan yang hadir disinim\, ada dari Pekalongan, Purwokerto, Cirebon, Semarang dan Jakarta  yang jauh – jauh hadir disini’’. Ungkap M.Ilham Maulana.

Dalam pementasan tersebut para aktornya melibatkan Muthola’ah, Hiero, Alip, Dwi, Herry, Hany,Mefy, Edward, Alin, Febri, Ian. Antusias penonton pun membludak terbukti sekitar 300 penonton memadeti area pementasan tersebut. (S.Mu’min)

 

Berita Lainnya

Satu Jemaah Haji Asal Kota Tegal Meninggal
Berita 19 Sep, 2017

Satu Jemaah Haji Asal Kota Tegal Meninggal

TEGAL-Satu Jemaah Haji asal Kota Tegal meninggal dunia. Jamaah dari kloter 55 tersebut Casnadi (69) asal Jalan Banyar No. 9…

Mesin Bersinergi dari Bakti Sosial Hingga Motor Idaman
Berita 12 Aug, 2018

Mesin Bersinergi dari Bakti Sosial Hingga Motor Idaman

TEGAL – Sebagai wadah kreativitas mahasiswa dan masyarakat umum dalam bidang modifikasi kendaraan bermotor Himpunan Mahasiswa Program Studi (Prodi) D3…

BP4D Kota Tegal Gelar Pelatihan Kewirausahaan
Berita 11 Oct, 2017

BP4D Kota Tegal Gelar Pelatihan Kewirausahaan

TEGAL – Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (BP4D) Kota Tegal menggelar kegiatan Pelatihan Kewirausahaan bagi anggota Forum for…

Nguri-Uri Budaya dengan Upacara Bahasa Tegalan
Berita 12 Apr, 2018

Nguri-Uri Budaya dengan Upacara Bahasa Tegalan

Pelaksanaan upacara peringatan Hari Jadi Ke-438 Kota Tegal, yang dilaksanakan di lapangan Alun-alun Kota Tegal, Kamis (12/4) dengan menggunakan bahasa…

Hari Pertama Sekolah, Kepala SMA Ihsaniyah Tegal Beri Pesan untuk Semangat Belajar
Berita 16 Jul, 2018

Hari Pertama Sekolah, Kepala SMA Ihsaniyah Tegal Beri Pesan untuk Semangat Belajar

TEGAL-Hari, Senin (16/2) adalah hari pertama masuk sekolah pada tahun ajaran 2018/2019.  Tingkat satuan pendidikan biasanya menyelenggarakan Masa Pengenalan Lingkungan…

Pemkot Minta 40 Sertifikat Kios Pasar Pagi Dikembalikan
Berita 11 Jul, 2018

Pemkot Minta 40 Sertifikat Kios Pasar Pagi Dikembalikan

Pemerintah Kota Tegal meminta pihak investor Pasar Pagi, PT. Sinar Permai untuk segera menggembalikan 40 sertifikat kios Pasar Pagi yang…

Most from this category