Balo-balo Tetap Eksis

Lahirnya komponis besar Indonesia, Wage Rudolf Supratman tanggal 9 Maret diperingati sebagai Hari Musik Nasional. Dalam biografinya, Wage Rudolf Supratman lahir pada 9 Maret 1903 di Purworejo, Jawa Tengah

Salah satu musik tradisional Kota Tegal yang masih eksis yaitu Balo-Bali. Siang itu, Kamis (9/3) siang alunan musik yang terdiri kencer, indukan, kempling, kempyang, dan gong begitu indah. Irama yang beraturan, pukulan yang pas menambah keindahan musik tersebut.

Terdengar nyanyian yang syairnya seperti ini :

Jaman kuna akeh wong pada sengsara, Klambi siji di kumbah ana sing nggawa, Nyambut gawe sewulan laka cantole, Angger mangan lawohe apa anane.

Sega wadang godogan pare, Awak lemes terus laka dayane, Esuk-esuk tangi turu mlaku-mlaku, Teka nggone krasa dengkule linu.

Awan-awan mangkat kerja nang bangunan, Ngaduk pasir karo semen nang lapangan, Wis jam rolas bedug moni pada liren, Leyeh2 turu gleleng nang suketan

Wis sore rampung kerja pada balik, Tekan umah ngambungi anak sing cilik, Tengah nggoleti buntelan plastik, Barang detung bayaran setitik.

Tangi menyat goleti jungkat, Maring mburi barang2 pating mbesasat, Golet sing wadon eh gadine minggat, Ninggal surat jebule njaluk dipegat.

“Itu syair dari lagu yang bejudul Nasib Kuli”, Kata Suwadi, Ketua paguyuban seni Balo-Balo Kota Tegal.

Balo-balo, kata Wage (Panggilan akrab Suwardi) kesenian Balo-balo di Kelurahan Muarareja mulai dikenal sejak tahun 2014. Balo-balo yang merupakan seni tradisional yang khas Kota Tegal terus dikenalkan pada masyarakat. Balo-balo di kelurahan Muarareja sering diundang untuk tampil pada saat penyambutan tamu.

Seperti tamu Walikota, Kemeterian BUMN, pentas seni di PAI, acara khsusus di Pendopo Kota Tegal dan pernah juga tampil di Kabupaten Tegal. Selain itu, pada acara hajatan sunatan, pernikahan, puputan bayi. ”Saat mendapat undangan untuk tampil, ini ajang untuk memperkenalkan kesenian tradisional Balo-balo”, imbuhnya.

Wage berharap adanya penerus dari kesenian ini. Ia berharap kepada masyarakat dan Pemerintah Daerah untuk terus melestarikan Balo-balo agar tetap eksis. “Kita orang Tegal harus menjaga seni budaya Tegal, jangan sampai kalah dengan budaya asing“, pungkasnya singkat (Sa. Amin)

 

Berita Lainnya

Antusias Warga Kecamatan Kecamatan Tegal Timur Sambut Kehadiran Walikota Tegal.
Berita 13 Apr, 2017

Antusias Warga Kecamatan Kecamatan Tegal Timur Sambut Kehadiran Walikota Tegal.

Tegal – Sambutan Warga Kecamatan Tegal Timur begitu meriah, sepanjang jalan tempat berlangsungnya acara Silaturahmi Walikota Tegal dengan tokoh masyarkat…

Beragam Menu yang Nikmat Dilombakan
Berita 22 Nov, 2017

Beragam Menu yang Nikmat Dilombakan

TEGAL-Pagi itu, Rabu (22/11) suasana berbeda nampak di aula Kecamatan Tegal Selatan. Pukul 08.00 pagi, satu persatu mulai berdatangan ibu-ibu…

Kang Nur : Ada Sumbangsih Partai Golkar Untuk Kemajuan Kota Tegal
Berita 20 Oct, 2017

Kang Nur : Ada Sumbangsih Partai Golkar Untuk Kemajuan Kota Tegal

Tegal - Plt. Walikota Tegal, Drs, H.M. Nursholeh, M.MPd hadiri malam tasyukuran dan sarasehan dalam rangka HUT Partai Golkar ke…

Berdayakan Startup Lokal, Bekraf Dukung Gelaran SWC Fenox VC
Berita 19 Jul, 2017

Berdayakan Startup Lokal, Bekraf Dukung Gelaran SWC Fenox VC

Bandung -  Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) bekerjasama dengan perusahaan modal ventura asal Silicon Valley, Fenox Venture Capital (VC) untuk kembali…

Giliran Mustahik Kecamatan Margadana Mendapat Paket Sembako.
Berita 22 Jun, 2017

Giliran Mustahik Kecamatan Margadana Mendapat Paket Sembako.

Tegal – Tidak Kurang dari 200 orang Mustahik Kecamatan Margadana menerima  Penyaluran dana Zakat, Infaq dan Sodaqoh (ZIS) dalam bentuk…

Pelestarian Budaya Tegal melalui Sampak Tegalan
Berita 25 Apr, 2017

Pelestarian Budaya Tegal melalui Sampak Tegalan

TEGAL – Banyak ragam untuk melestariakn suatu kesenian dan kebudayaan diseuatu daerah. Seperti yang dilakukan oleh Kampung Seni PAI Tegal,…

Most from this category