PD.BKK selangkah lagi Menjadi PT BPR BKK Jateng (Perseroda)

Semarang – Walikota Tegal, H. Dedy Yon Supriyono, SE, M.M sangat mendukung langkah yang akan dilakukan oleh PD. BKK menjadi PT BPR BKK Jateng (Perseroda), hal ini disampaikan ketika dirinya menghadiri Penyerahan Izin Prinsip PT BPR BKK Jateng (Perseroda), dari Heru Kristiyana, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Republik Indonesia kepada Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, Selasa (11/2/2020) di hotel PO Semarang.

Sebagaimana disampaikan oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo bahwa butuh dukungan baik dari pemerintah kabupaten maupun pemerintah kota untuk bisa terwujud BKK menjadi BPR.

“Saya berharap betul BPR BKK ini mendapat dukungan dari bapak ibu walikota dan bupati untuk bisa kita selesaikan yang beberapa BPR BKK masalah, kita intens dan kita minta tolong OJK yang sudah membantu sehingga nanti kita coba selesaikan satu-satu,” ucap Ganjar.

Ganjar juga mengatakan ditengah persaingan global di dunia perbankan khususnya di Indonesia, dirinya berharap agar bisa disesuaikan dengan segmen pasar masing masing sehingga semua bisa tumbuh bersama secara sehat.

Sementara itu Heru Kristiyana, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Republik Indonesia mengatakan bahwa potensi berkembangnya PT BPR BKK Jateng (Perseroda) sangatlah terbuka ini bisa dimaklumi karena memiliki nasabah yang loyal, BPR dengan Aset terbesar kedua, cost fund yang rendah dan mayoritas kredit ke sector produktif.

“Awal beroperasi sebagai BPR memerlukan waktu untuk membangun infrastruktur, memperkuat SDM, tata kelola menyesuaikan kegiatan sekaligus mengembangkan usaha,”  ucap Heru.

Aman Santosa, Kepala Regional 3 Jawa Tengah dan DIY OJK Republik Indonesia juga menyampaikan bahwa jika terlaksana BKK jadi BPR insyaallah akan menjadi BPR terbesar ke 2 di Jateng, BPR terbesar ke 7 se Indonesia.

“Pekerjaan rumah selanjutnya setelah ijin prinsip di berikan adalah perda yang harus diselesaikan, yang kedua bahwa bank ini cardnya 17 persen sedangkan syarat minimalnya adalah 15 persen, jadi memenuhi syarat dan tugas kita mempertahankan sampai diberikan ijin usaha tetap 17 persen karena kalau sampai turun apalagi dibawah 15 persen artinya dia akan masuk pengawasan intensif dan yang ketiga adalah mengenai kesiapan secara operasional baik SD, SOP, infrastruktur dan teknologi informasi.” Ucap Aman.

Berita Lainnya

Baznas Beri Bantuan Ini untuk Korban Banjir
Berita 26 Feb, 2018

Baznas Beri Bantuan Ini untuk Korban Banjir

TEGAL - Baznas Kota Tegal mendapatkan bantuan uang tunai sebesar 50 juta rupiah yang akan dipergunakan untuk membantu korban banjir.…

Kota Tegal, Tuntas Sekolah Kurikulum 2013
Berita 06 Aug, 2018

Kota Tegal, Tuntas Sekolah Kurikulum 2013

TEGAL-Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Tegal menerapkan Kurikulum 2013 atau kurtilas. Kepala Bidang Pendidikan Dasar…

Festival Anak Sholeh, Darsiti: Ajang Persiapan Mental untuk Generasi Kuat
Berita 04 Oct, 2018

Festival Anak Sholeh, Darsiti: Ajang Persiapan Mental untuk Generasi Kuat

TEGAL-Festival Anak Sholeh Indonesia (FASI) tingkat Kota Tegal Tahun 2018 digelar 3-4 Oktober 2018 di Kawasan Balai Kota Tegal, Jalan…

Keluarga Besar Lanal Tegal Diberi Pembinaan Mental
Berita 11 Dec, 2017

Keluarga Besar Lanal Tegal Diberi Pembinaan Mental

TEGAL-Dalam rangka memeperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, Pangkalan TNI Angkatan Laut gelar Pembinaan Mental dan Rohani Keluarga Besar Lanal Tegal,…

Bakeuda Konfirmasi Tunggakan PBB
Berita 09 Mar, 2017

Bakeuda Konfirmasi Tunggakan PBB

Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) KotaTegal menggelar rapat koordinasi Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) bersama Lurah dan Camat se Kota Tegal…

Kadar Wati Bawa Pulang Sepeda Motor
Berita 05 Jan, 2020

Kadar Wati Bawa Pulang Sepeda Motor

TEGAL - Kadar Wati (50) warga Jl. Abimanyu No. 12 RT 002 RW 001 Kelurahan Slerok Tegal Timur Kota Tegal…

Most from this category