Kuliner Yang Tegal Banget

TEGAL-Apa sih yang tidak ada di Kota Tegal? Hampir semua ada. Hampir semua tersedia. Hampir semua bisa. Apalagi kalau yang dicari adalah soal kuliner. Meski belum semua jenis kuliner terkelompok dalam sebuah sentra lokasi, namun untuk menjangkau bukanlah hal sulit.

Kalau mau sea-food, berburulah di Jalan Lingkar Utara (Jalingkut). Yang ingin Soto Tegal, Pasar Senggol adalah tempatnya. Ingin Kupat Blengong, ya datanglah di Utara Perumahan Baruna Asri. Jika kepengin Kupat Glabed, temuilah di Randugunting, terutama Jalan Merpati.

 Di antara jenis kuliner Tegalan tersebut, ada satu yang unik, spesifik dan khas banget Tegal-nya, yakni Kupat Bongkok. Jenis kuliner ini bertahan di titik lokasi tertentu di Kota Tegal, antara lain; sisi Timur Alun-alun, Jalan Mujaher dan yang paling tua sekaligus dikenal publik, adalah lapak Kupat Bongkok milik Bu Isah, selatan PLN.

“Asal muasal makanan ini adalah Desa Bongkok Kab. Tegal. Hanya saja, mayoritas bakul kupat tersebut berdagang di Kota Tegal, sehingga kupat bongkok lebih terkenal di perkotaan,” tutur Yu Marwati, pewaris lapak “Bu Isah”.

Lebih lanjut Marwati yang juga sarjana akuntansi, menceritakan bahwa bahan utama kupat bongkok adalah Tempe yang sengaja dibikin busuk (tempe bosok). Untuk membusukkan tempe, perlu cara dan resep khusus sehingga saat dijadikan bumbu kupat, hasilnya justru lezat.

Ketika ditanya berapa mangkuk dalam sehari dia melayani, Marwati mengatakan, paling sedikit 50 mangkuk. Jika sabtu dan minggu bisa sampai 100 mangkuk. Kalau long week-end lain lagi, bisa mencapai 300-an. “Alhamdulillah mas, rezeki sudah ada yang ngatur”, Katanya

Dari pantauan wartabahari.com, masyarakat Kota Tegal, baik yang mukim di Tegal, mau pun yang di luar kota, masih sering klangenan sama kupat bongkok. “Lidah bukan cuma tak bisa bohong, tapi tak dapat bohong!” ujar Ibnu, warga Kauman yang berbisnis di Bandung.

Ibnu juga mengatakan sebulan sekali, mengajak keluarga untuk merasakan 3 makanan khas Tegal. Pagi kupat bongkok, siang soto senggol dan malamnya kupat glabed. “Ini seperti keharusan, bila tidak dituruti ada yang berbeda dilidah”, kata Ibnu sembari mengelap keringat yang bercucuran. (Sa. Amin)

 

Berita Lainnya

Walikota Ingin Warga Belajar Penddikan Non Formal Ciptakan Peluang Usaha
Berita 05 Jul, 2017

Walikota Ingin Warga Belajar Penddikan Non Formal Ciptakan Peluang Usaha

TEGAL- Walikota KMT Hj. Siti Masitha Soeparno mengajak ratusan warga belajar dari Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), Sanggar Kegiatan Belajar…

Jelang Ramadhan, Pemkot dan Forkopimda Gelar Rapat Koordinasi
Berita 16 May, 2018

Jelang Ramadhan, Pemkot dan Forkopimda Gelar Rapat Koordinasi

Tegal- Menghadapi Bulan Suci Ramadhan dan Idul Fitri 1439 H / 2018 M, Pemerintah Kota Tegal bersama Forkopimda Kota Tegal…

Petugas PPDP Datangi Rumah Plt. Wali Kota
Berita 20 Jan, 2018

Petugas PPDP Datangi Rumah Plt. Wali Kota

Petugas Pemutahiran Data Pemilih (PPDP) dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) kota Tegal mendatangi rumah Plt. Wali Kota Tegal. M Nursholeh,…

Pantai Pulau Kodok Semakin Hari Semakin Ramai.
Berita 26 Jan, 2018

Pantai Pulau Kodok Semakin Hari Semakin Ramai.

Tegal – Kedatangan Plt. Walikota Tegal,  Drs. H.M. Nursholeh, M.M.Pd atau yang akrab dipanggil Kang Nursholeh disambut dengan penuh ceria…

UMK Kota Tegal Tahun 2018 Diusulkan Rp 1.630.500
Berita 07 Nov, 2017

UMK Kota Tegal Tahun 2018 Diusulkan Rp 1.630.500

TEGAL- Pemerintah Kota (Pemkot) Tegal mengajukan usulan Upah Minimum Kota (UMK) Kota Tegal tahun 2018 sebesar Rp. 1.630.500. Nilai tersebut…

Tegas ! Plt. Walikota Tegal Minta ASN Sportif Jaga Netralitas.
Berita 27 Nov, 2017

Tegas ! Plt. Walikota Tegal Minta ASN Sportif Jaga Netralitas.

TEGAL- Plt. Walikota Tegal Drs. HM. Nursholeh secara tegas meminta seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Tegal…

Most from this category