Program KOTAKU Secara Signifikan Mampu Entaskan Wilayah Kumuh.

Tegal – Sesuai amanat undang-undang nomor 1 tahun 2011 tentang perumahan dan kawasan permukiman, bahwa permasalahan perumahan dan permukiman merupakan urusan wajib Pemerintah Daerah.

Perkembangan jumlah penduduk dan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Kota Tegal tidak sebanding dengan penyediaan perumahan layak sehingga tumbuh permukiman kumuh yang berdiri di lahan ilegal milik pemerintah atau lainnya maupun permukiman tumbuh di kelurahan yang tidak melalui proses perencanaan.

Tahun 2014 pemerintah Kota Tegal menerbitkan SK kumuh di 11 kelurahan dengan total luas kumuh 191, 13 ha. Total luasan kumuh tersebut dapat dikurangi secara signifikan berkat dukungan program KOTAKU dan kolaborasi pendanaan dari OPD maupun sumber dana lain di kelurahan.

Adapun 11 kelurahan yang masuk SK Walikota adalah kelurahan Panggung, Muarareja, Kejambon, Mangkukusuman, Kemandungan, Kraton, Tegalsari, Muarareja, Pesurungan Lor, Debong Lord an Pesurungan Kidul.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Tegal, Eko Setiawan pada saat acara peresmian dan pameran kegiatan Bantuan Pemerintah untuk Masyarakat (BPM) program kota tanpa kumuh (KOTAKU) Kota Tegal tahun 2019 di Kelurahan Mintaragen, Selasa (17/12/2019).

Eko Setiawan juga menyampaikan bahwa ada 7 aspek yang penanganan kumuh yang harus di intervensi yaitu bangunan, jalan lingkungan, drainase lingkungan, layanan air minum, akses sanitasi layak, pengelolaan sampah dan penanganan bahaya kebakaran, “Secara bertahap luasan kumuh dalam waktu 4 tahun dapat terkurangi secara signifikan sehingga tahun 2019 ini dapat tuntas kumuh selama kurun waktu 4 tahun,” ucap Eko.

“Dana  APBN yang telah dikucurkan oleh pemerintah pusat melalui program kotaku sebesar Rp. 21.350.000.000 dana itu belum termasuk dana kolaborasi untuk pembangunan RTH Tegalsari utara dan koridor Jalan Brawijaya serta kolaborasi dari OPD atau sumber dana lainnya sebesar Rp. 118. 545. 805.000,” tambah Eko Setiawan.

Sementara itu usai penandatanganan prasasti program KOTAKU dan peninjauan lokasi, Walikota Tegal, H. Dedy Yon Supriyono, SE, M.M, yang di damping oleh Wakil Walikota Tegal Muhamad Jumadi, ST. MM, PJ Sekretaris Daerah Kota Tegal, Drs. Imam Badarudin, OPD Pemerintah Kota Tegal, Stakeholder terkait menyampaikan bahwa sesuai visi dan misi Kota Tegal, seperti yang tertuang dalam dokumen RPJMD Kota Tegal tahun 2019 – 2024, yaitu: “terwujudnya pemerintahan yang berdedikasi menuju kota tegal yang bersih, demokratis, dispilin dan inovatif“ dan sesuai misi ke-4 yaitu: meningkatkan infrastruktur, transportasi publik, lingkungan yang bersih dan sehat, saya berharap dalam waktu 5 tahun kedepan terjadi perubahan wajah kota tegal yang lebih indah, tertata rapi yang bisa menjadi magnet bagi warga masyarakat di sekitar kota tegal untuk berkunjung  dan membelanjakan uangnya di Kota Tegal.

“Oleh karena itu, perubahan wajah Kota Tegal yang dilakukan oleh relawan yang tergabung dalam keswadayaan masyarakat (BKM) dan kelompok swadaya masyarakat (KSM) melalui program kota tanpa kumuh atau kotaku sangat saya apresiasi dan saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. ini adalah bukti nyata peran dan kontribusi bkm dan ksm. bukti tersebut terdokumentasikan dengan baik melalui foto-foto yang hari ini dipamerkan,” ucap Walikota.

Lebih jauh Walikota menjelaskan, pemerintah daerah sebagai nakhoda program kotaku  senantiasa memberikan dukungan kebijakan maupun pendanaan agar kegiatan penanganan perumahan dan permukiman kumuh di Kota Tegal dapat berjalan secara optimal. Pemerintah Kota Tegal tidak dapat membangun sendiri. oleh karena diperlukan sinergi dan kolaborasi semua pihak agar pelaksanaan kegiatan bisa berjalan dengan baik.

Dalam kesempatan itu Pemerintah Kota Tegal, melalui Walikota juga mengucapkan terimakasih kepada Provinsi Jawa Tengah melalui Balai Pembangunan Prasarana Wilayah  yang telah menata kampung nelayan kelurahan Tegalsari dengan membangun ruang terbuka hijau serta penataan koridor jalan Brawijaya Kelurahan Muarareja.

“Saya berharap penataan kawasan kumuh Tegalsari khususnya blok siwatu dapat segera terealisasi. sehingga antara blok siwatu utara dan selatan menjadi satu kesatuan penanganan kumuh. di sisi selatan sungai siwatu, saya minta kepada para kepala OPD terkait untuk mewujudkan pembangunan  “ floating market “ selain ruang terbuka hijau (rth) dengan harapan nanti bisa menjadi ikon baru Kota Tegal selain kawasan Alun-alun, PAI, Pulau Kodok, dan Pantai Muarareja,” tutur Walikota.

Dalam pesannya kepada masyarakat dirinya juga meminta setelah pembangunan selesai dan diresmikan hendaknya pemeliharaan juga penting untuk dilakukan sehingga bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin.

Berita Lainnya

Walikota Tegal : Masjid Harus Menjadi Pelopor Tiga Sistem
Berita 28 Dec, 2018

Walikota Tegal : Masjid Harus Menjadi Pelopor Tiga Sistem

Tegal – Walikota Tegal Drs. HM Nursholeh, M.MPd mengatakan bahwa masjid mempunyai peran dalam membangun tiga sistem dalam menghadapi fenomena…

Plt. Sekda Kota Tegal: Pemerintahan Tetap Berjalan, Tidak Boleh Ada Kendala Apapun.
Berita 30 Aug, 2017

Plt. Sekda Kota Tegal: Pemerintahan Tetap Berjalan, Tidak Boleh Ada Kendala Apapun.

TEGAL – Layanan Publik di Pemerintah Kota Tegal setelah Operasi Tangkap Tangan (OTT) Walikota Tegal oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)…

Calon Hewan Kurban Diberi Obat dan Vitamin
Berita 25 Jul, 2017

Calon Hewan Kurban Diberi Obat dan Vitamin

TEGAL-Dalam rangka mencegah penyakit cacing pita dan cacing hati pada hewan yang bakal dijadikan kurban, Dinas Kelautan dan Pertanian (DKP)…

Humas Pemkot kembali Produksi Film
Berita 25 Apr, 2017

Humas Pemkot kembali Produksi Film

TEGAL – Produksi film yang dilakukan oleh Bagian Humas Pemkot Tegal setiap tahunnya selalu dilakukan. Di tahun ini produksi film…

Bawaslu Kota Tegal Adakan Gelar Seni Budaya
Berita 23 Dec, 2019

Bawaslu Kota Tegal Adakan Gelar Seni Budaya

Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Tegal mempersembahkan Gelar Seni Budaya di Lapangan Sumurpanggang Kota Tegal. Selasa (23/12) malam. Akbar…

Kudus dan Surakarta Saksi Mata Dasyatnya Pentas Astha
Berita 29 Aug, 2018

Kudus dan Surakarta Saksi Mata Dasyatnya Pentas Astha

TEGAL - ‘’…Setiap manusia mempunyai cerita masing-masing. Setiap masa mempunyai makna, kisah kita mungkin talah berakhir, namun kehidupan barangkali tiada…

Most from this category