BI Tegaskan Kewajiban Perizinan Penyelenggara Penukaran Valuta Asing

TEGAL-Bank Indonesia menegaskan adanya kewajiban bagi penyelenggara Kegiatan Usaha Penukaran Valuta Asing (KUPVA) bukan bank untuk memperoleh izin beroperasi. Bagi KUPVA bukan bank yang belum memiliki izin, diberikan waktu sampai dengan 7 April 2017.

Setelah berakhirnya batas waktu tersebut, Bank Indonesia akan mendukung dan bekerja sama dengan Kepolisian Republik Indonesia (Polri), Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), dan Badan Narkotika Nasional (BNN), dalam operasi penertiban.

Deputi Direktur Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Tegal, Joni Marsius mengatakan pengaturan perizinan bagi KUPVA bukan bank untuk mempermudah pengawasan, pengembangan industry yang sehat dan efisien serta diperlukan dalam mencegah dimanfaatkannya KUPVA bukan bank untuk pencucian uang, pendanaan terorisme atau kejahatan lainnya (extraordinary crime).

“Ketentuan perizinan tersebut tercantum dalam PBI No.18/20/PBI/2016 dan SE No.18/42/DKSP perihal Kegiatan Usaha Penukaran Valuta Asing Bukan Bank Kegiatan Usaha Penukaran Valuta Asing Bukan Bank”, ujarnya di Gedung BI, Jalan Dr. Sutomo Tegal, Kamis (23/2/2017)

KUPVA bukan bank atau sering disebut juga dengan money changer, kata Joni Marsius merupakan kegiatan usaha yang meliputi kegiatan penukaran yang dilakukan dengan mekanisme jual dan beli Uang Kertas Asing (UKA) serta pembelian Cek Pelawat.

KUPVA bukan bank merupakan tempat alternatif selain bank untuk menukarkan valuta asing. Dalam ketentuan BI, salah satu kewajiban KUPVA bukan bank, adalah adanya badan hukum Perseroan Terbatas yang seluruh sahamnya dimiliki oleh WNI dan atau badan usaha yang seluruh sahamnya dimiliki oleh WNI.

“Untuk mendapatan izin sebagai penyelenggara KUPVA bukan bank, pemohon cukup menyampaikan permohonan secara tertulis kepada BI yang dilampiri dengan dokumen perizinan dan tidak dipungut biaya. Apabla masih terdapat KUPVA bukan bank yang tidak berizin hingga 7 April 2017. BI akan merekomendasikan penghentian kegiatan usaha atau pencabutan izin usaha”, imbuh Joni

Di wilayah kerja KPw BI Tegal terdapat 3 (tiga) KUPVA bukan bank berizin yaitu PT. Hidup Artha Mandiri dan PT. Srikandi Putra Prima, keduanya di Kota Tegal dan PT. Aries Arta Mandiri di Kab. Tegal. “Apabila masyarakat menemukan adanya praktik KUPVA BB tidak berizin, kami berharap segera menginformasikan ke KPw BI Tegal”, Pungkas Joni (Sa. Amin)

Berita Lainnya

Giliran Warga Pekauman Bukber dengan Walikota
Berita 22 Jun, 2017

Giliran Warga Pekauman Bukber dengan Walikota

TEGAL – Buka puasa antara Walikota Tegal bersama masyarakat pada Rabu (21/6) menempatkan di Kelurahan Pekauman yang dihadiri oleh jajaran…

Berita 26 Sep, 2017

Revisi Juknis BOS Disosialisasikan

TEGAL- Penyelenggaraan sosialisasi revisi petunjuk teknis Bantuan Operasional Siswa (BOS) dan penyusunan RKAS perubahan tahun anggaran 2017 yang diselenggrakan oleh…

Fasilitas Kesehatan di Puskesmas Akan di Seterakan Rumah Sakit
Berita 14 Jul, 2017

Fasilitas Kesehatan di Puskesmas Akan di Seterakan Rumah Sakit

TEGAL-Walikota Tegal, KMT. Hj. Siti Masitha Soeparno menegaskan bahwa kader kesehatan adalah pahlawan yang menyampaikan semua terkait tentang kesehatan. Sebagai…

Sidang Perdana Suap Wali Kota Tegal, Amir Mirza Mengaku Sakit
Berita 15 Jan, 2018

Sidang Perdana Suap Wali Kota Tegal, Amir Mirza Mengaku Sakit

SEMARANG-Kasus suap Wali Kota Tegal non aktif Siti Masitha Soeparno mulai disidangkan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jalan Dr.…

Tinjau Lokasi TMMD dan Dialog Bersama Warga
Berita 04 May, 2017

Tinjau Lokasi TMMD dan Dialog Bersama Warga

TEGAL- Usai upacara penutupan Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap I Tahun 2017 di Kelurahan Muarareja Kecamatan Tegal…

Gubernur Tunjuk Wakil Walikota HM.Nursoleh Jadi Plt Walikota Tegal
Berita 31 Aug, 2017

Gubernur Tunjuk Wakil Walikota HM.Nursoleh Jadi Plt Walikota Tegal

TEGAL- Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo akhirnya menunjuk Wakil Walikota HM. Nusholeh, M.MPd menjadi Plt Walikota Tegal. Penunjukan tersebut dilakukan…

Most from this category