Laksanakan Rekomendasi BPK, Pemkot Kosongkan Dua Hunian Yang Habis Masa Sewa dan Menunggak

TEGAL – Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Tegal melakukan pengosongan terhadap dua hunian di Rumah Susun Sewa Sederhana (Rusunawa) Kelurahan Kraton, Kecamatan Tegal Barat, Kota Tegal, Kamis (27/7) sore sesuai rekomendasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Rekomendasi diberikan karena temuan BPK terkait tunggakan iuran dan masa sewa yang habis dari penghunj selama bertahun-tahun.

Kepala Disperkim Kota Tegal Ir. Eko Setyawan menuturkan, eksekusi pengosongan hunian terpaksa dilakukan kepada mereka (penghuni) yang menunggak dan masa huninya sudah habis. Sebab, kata Eko, tunggakan sewa Rusunawa menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Eko menuturkan, pengosongan tersebut sempat tertunda beberapa bulan yang lalu dan baru dapat dilaksanakan saat ini. “Salah satu yang mendorong segera melaksanakan eksekusi, Rusunawa menjadi temuan BPK. Mau tidak mau, suka tidak suka, kita harus melakukan tindakan (pengosongan) itu. Atas rekomendasi BPK kita harus melaksanakan eksen di Rusunawa untuk penegakkan aturan yang ada,” tutur Eko.

Pengosongan tersebut sudah sesuai prosedur. Eko menambahkan, pihaknya sudah memberikan teguran, pernyataan kesanggupan mampu untuk tidak membayar dan mengosongkan hunian apabila tidak mampu membayar.
Selain itu, secara bertahap akan melakukan eksekusi. Pihaknya akan melakukan inventarisasi kepada mereka yang habis masa sewa, menunggak atau dua-duanya. Bagi yang sudah cukup lama menunggak maka akan dieksekusi.

“Secara etika birokrasi sudah sesuai prosedur baik teguran 1, teguran 2, teguran 3. Kemudian pernyataan kesanggupan mampu untuk tidak membayar dan mengosongkan hunian apabila tidak mampu membayar,” imbuh Eko

Kepala UPTD Rusunawa Taryo menambahkan, dua penghuni yang dieksekusi tersebut telah habis masa sewa sejak Maret 2018 dan menunggak sewa. Penghuni di Blok B mencapai Rp 8.210.000 dan Blok A mencapai Rp 6.600.000. Taryo menjelaskan, total penghuni di Rusunawa sebanyak 293 KK, dengan ketentuan membayar sewa Rp. 110.000 perbulan.

Salah satu penghuni Ibu Ii saat dikonfirmasi mengatakan dirinya telah menempati rusunawa selama sekitar 6 tahun. Dia berharap eksekusi yang dilakukan tidak tebang pilih.

Berita Lainnya

Arus Lalu Lintas di Jalan Zaenal Arifin Sering Tersendat
Berita 25 Aug, 2017

Arus Lalu Lintas di Jalan Zaenal Arifin Sering Tersendat

TEGAL- Nampak terlihat sempit bila memasuki area jalan Zaenal Arifin Kota Tegal, yakni area Pasar Pagi Kota Tegal. Sempitnya jalan…

Mahasiswa Teknik Informatika Raih Juara 1 di Event Soedirman Technoporia 2018
Berita 13 Nov, 2018

Mahasiswa Teknik Informatika Raih Juara 1 di Event Soedirman Technoporia 2018

Mahasiswa D IV Teknik Informatika (TI) Politeknik Harapan Bersama (Poltek HB) mengikuti Grand Final Soedirman Technoporia 2018 di Fakultas Teknik…

Razia PGOT Dinsos Berhasil Turun Signifikan
Berita 15 Nov, 2019

Razia PGOT Dinsos Berhasil Turun Signifikan

Tegal – Efektivitas hasil kegiatan penjaringan / penjangkauan / razia PGOT dan tuna susila dan rujukan Polres Tegal Kota di…

Teknik Batik Cap Diajarkan Kepada Masyarakat Tegal Selatan
Berita 29 Nov, 2017

Teknik Batik Cap Diajarkan Kepada Masyarakat Tegal Selatan

TEGAL – Pelatihan Batik Cap oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tegal dan Pemerintah Kota Tegal diikuti oleh masyarakat dilingkungan Kecamatan…

Miss Tjitjih, Potret Semangat Berkesenian
Berita 26 Mar, 2017

Miss Tjitjih, Potret Semangat Berkesenian

TEGAL – Rangkaian Parade Teater Jakarata di Tegal menempatkan Teater Unloqic Jakarta Pusat pada pementasan dengan mebawa lakon Miss Tjitjih…

Tingkatkan Mutu Pelayanan, RSUD Kardinah Di Survei Akreditasi Tim Standar Nasional Akreditasi Rumah Sakit (SNARS)
Berita 07 Jan, 2019

Tingkatkan Mutu Pelayanan, RSUD Kardinah Di Survei Akreditasi Tim Standar Nasional Akreditasi Rumah Sakit (SNARS)

Tegal - Survei Akreditasi Standar Nasional Akreditasi Rumah Sakit (SNARS) Edisi 1 dari tanggal 7 sampai dengan 11 Januari 2019…

Most from this category