Tukang Batu Wilayah Pantura Barat Ikut Sertifikasi

TEGAL-Sebanyak 100 orang tukang batu diwilayah Pantura Barat yakni Kota Tegal, Kabupaten Tegal dan Kabupaten Brebes mengikuti Pembekalan dan Sertifikasi Tenaga Kerja Konstruksi melalui Program Infrastruktur Berbasis Masyarakat “KOTAKU”, Selasa (23/7) di Gedung Eks Samsat, Balai Kota Tegal.

Peserta berasal dari 20 desa/kelurahan selaku Penerima Bantuan Pemerintah untuk Masyarakat Progran Kotaku. Kabupaten Brebes yang medapatkan BMP ada 3 desa, Kota Tegal ada 6 kelurahan dan Kabupaten Tegal ada 11 Desa.

Mereka akan diuji oleh Balai Jasa Konstruksi Surabaya untuk mendapatkan sertifikat yang dapat digunakan pada lingkup jasa konstruksi nasional hingga kancah internasional.

Koordinator Kota Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) Kota Tegal Bambang Rudihartono, SE mengatakan pelaksanaan Sertifikasi Tukang digelar rutin selama dua tahun terakhir. Setiap Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) yang mendapatkan Bantuan Pemerintah untuk Masyarakat (BPM) diwajibkan agar tukang memiliki sertifikasi. Hal tersebut mengacu pada Undang-undang (UU) No. 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi.

“Nantinya mereka akan diuji oleh Asesor Balai Jasa Konstruksi Surabaya dan akan prakek langsung di Kelurahan Mintaragen dan Kelurahan Pesurungan Lor,” ungkap Bambang.

Bambang menjelaskan, di Kelurahan Mintaragen, peserta akan praktik pembangunan saluran drainase dan Pembangunan TPST 3R. Sedangkan di Kelurahan Pesurungan Lor akan praktik pembangunan drainase dan jalan menggunakan paving.

“Semua peserta yang mengikuti kegiatan ini, berharap lulus semua. Peserta yang ikut betul-betul tukang, bukan abal abal. Sehingga, kalau tukang beneran pasti lulus,” ucap Bambang.

Sertifikasi ini, kata Bambang, selain meningkatkan kapasitas juga mendapatkan pengakuan. Sebab, kalau sudah memiliki sertifikat, ketika akan bekerja pada jasa konstruksi manapun bisa. Apalagi harapan OPD yang membidagi jasa konstruksi, setiap pekerja memiliki sertifikat seperti tukang batu, mandor dan sebagainya.

Sementara itu, Kepala Disperkim Kota Tegal Ir. Eko Setyawan mengatakan adanya sertifikasi diharapkan para tukang memiliki profesionalisme. Secara praktik mereka sudah menguasai, akan tetapi belum memiliki sertifikat. Apalagi sertifikat berlaku secara internasional sehingga apabila akan digunakan bekerja diluar negeri, sertifikat tersebut dapat digunakan.

 

Berita Lainnya

Lewat Poster, FANTRI Suarakan Hak Anak
Berita 06 Aug, 2017

Lewat Poster, FANTRI Suarakan Hak Anak

TEGAL - Minggu (6/8) pagi di area Pantai Alam Indah (PAI) Tegal tepatnya di halaman Kampung Seni PAI Tegal berkumpul…

Lokasi Sementara Pedagang Siap Ditempati
Berita 18 Apr, 2017

Lokasi Sementara Pedagang Siap Ditempati

TEGAL- Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan Kota Tegal bakal renovasi pasar Kejambon. Rencana itu ditanggapi positif oleh  pedagang yang menyatakan…

KPU Tegal Apel Siaga Coklit Data Pemilih
Berita 20 Jan, 2018

KPU Tegal Apel Siaga Coklit Data Pemilih

TEGAL-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tegal gelar apel untuk mengawali gerakan Pencocokan dan Penelitian (Coklit) Serentak di halaman Kantor KPU…

Sutari : Kampanye yang baik adalah Kampanye Berbuat Baik
Berita 21 May, 2018

Sutari : Kampanye yang baik adalah Kampanye Berbuat Baik

Berbeda dengan kampanye-kampanye di tengah masa kampanye Pilwalkot Tegal, Wakil Ketua DPRD kota Tegal Sutari mengajak jemaah untuk Kampanye berbuat…

Berdayakan Startup Lokal, Bekraf Dukung Gelaran SWC Fenox VC
Berita 19 Jul, 2017

Berdayakan Startup Lokal, Bekraf Dukung Gelaran SWC Fenox VC

Bandung -  Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) bekerjasama dengan perusahaan modal ventura asal Silicon Valley, Fenox Venture Capital (VC) untuk kembali…

Pencinta Sepeda Tua, Jelajahi Kota dengan Ngonthel Malam
Berita 15 Sep, 2019

Pencinta Sepeda Tua, Jelajahi Kota dengan Ngonthel Malam

Sensasi bersepeda dengan sepeda tua atau yang sering disebut “ngonthel” di malam hari menjadi suatu pengalaman tersendiri.seperti yang dilakukan oleh…

Most from this category