Teater Jerit Pentaskan ‘’Sementara Menunggu Godot’’

Tegal – Gairah teater di Tegal dari tahun ketahun mengalami peningkatan, terbukti beberapa kelompok teater dari luar kota menjadikan Tegal menjadi peta pementasan kelompok mereka. Sanggar Teater Jerit menggelar pementasan di Taman Budaya Tegal pada 16 Maret 2019.

Dalam pementasan tersebut, teater asal Jakarta Timur itu membawakan lakon karya Samuel Beckett dengan Menunggu Godot terjemahan B. Very Handayani disutradarai oleh Choki.L.G.

Lakon tersebut merupakan lakon yang beberapa kali dipentaskan baik di Indonesia atau di luar Indonesia. Naskah asli dengan judul Waiting for Godot merupakan sebuah naskah yang banyak dialih bahasakan berbagai bahasa. Naskah ini pertama kali dipentaskan di Paris pada tanggal 5 januari 1953. Naskah aslinya berbahasa Prancis yang kemudian diterjemahkan ke dalam banyak bahasa termasuk bahasa Indonesia. Waiting for godot mulai ditulis pada tanggal 9 Oktober 1948 dan selesai pada tanggal 29 Januari 1949.

Dalam pementasan yang dikemas sekitar 105 menit itu menghadirkan sebuah rembulan yang indah dengan satu pohon tanpa dedaunan. Godot yang ditunggu-tunggu tak kunjung datang hingga pertunjukan usai. Vladimir dan Estragon yang diperankan oleh Muchtar Lutfi dan Ajie Fadle Sofiyan terus menunggu godot yang tak kunjung hadir itu. Sedangkan tokoh lain yakni Pozzo dan Lucky yang diperankan Andrie Lazuardy dan Umar Faroq menanbah pementasan tersebut menarik dinikmati. Dalam pementasan tersebut para tokoh dihadapkan dengan persoalan menunggu kedatangan Godot. Mereka berharap Godot segera datang, namun penantian mereka sia-sia karena hingga akhir dramapun dikisahkan bahwa godot tak pernah muncul.

Penonton pun diajak berselancar dan diajak menunggu apa yang sedang ditunggu, hal itu terbukti dengan salah seorang penonton yang mengutarakan pada saat diskusi bahwa pihaknya juga merasa menunggu tokoh godot.

‘’Saya juga merasakan sebuah perasaan menunggu, penasaran dengan Godot, hingga akhir pementasan tokoh itu tak kunjung tiba, secara pertunjukan saya benar-benar menikmati.’’ ujar Ida Fitri.
Choki L.G selaku sutradara menyampaikan apresiasi kepada apresiator Tegal yang telah menyaksikan pementasan tersebut.

‘’Terimakasih kepada para apresiator seni, Dewan Kesenian Kota Tagal, Taater Akar, Teater Qi, Teater Gemblong dan Gemblong Sindikat yang telah memberikan kesempatan kepada kami hingga kami bisa hadir di Tegal,’’tutur Choki.

Berita Lainnya

PKTJ Gelar Kuliah Umum
Berita 02 Jun, 2017

PKTJ Gelar Kuliah Umum

TEGAL- Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan (PKTJ) menggelar kuliah umum dengan tema Prespektif Nilai-nilai Pancasila Dalam Rangka Memperkokoh Negara Kesatuan Republik…

Warga Antusias Ikuti Donor Darah
Berita 10 Apr, 2017

Warga Antusias Ikuti Donor Darah

TEGAL-Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Tegal kembali menggelar aksi safari donor darah dalam rangka HUT Kota Tegal ke 437, Senin…

Gotong Royong Adalah Kunci Untuk Memenangkan Heru dan Gono
Berita 20 Jun, 2018

Gotong Royong Adalah Kunci Untuk Memenangkan Heru dan Gono

TEGAL - Kampanye terbuka di hari kedua menghadirkan pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota nomor urut 5 Herujito,…

Pemkot Tegal Kini Memiliki UPTD Metrologi
Berita 28 Feb, 2019

Pemkot Tegal Kini Memiliki UPTD Metrologi

Pemerintah Kota Tegal saat ini memiliki Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Metrologi Legal,  yang ditandai dengan peresmian Peresmian UPTD Metrologi…

Pemkot Tegal Adakan Lomba Seni Kemasyarakatan
Berita 18 Apr, 2018

Pemkot Tegal Adakan Lomba Seni Kemasyarakatan

TEGAL – Pemerintah Kota Tegal melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tegal mengadakan Lomba Seni Kemasyarakatan Tingkat Kota Tegal tahun…

Gelombang Laut di Pantura Barat Diprediksi Cukup Tinggi
Berita 30 Nov, 2017

Gelombang Laut di Pantura Barat Diprediksi Cukup Tinggi

TEGAL- Dampak badai Sikon Tropis Cempaka yang terjadi di Selatan Jawa akhir ini cukup berpengaruh hingga menimbulkan gelombang tinggi di…

Most from this category