Dinkes Kota Tegal Gelar Konsultasi Publik Studi EHRA

TEGAL-Dinas Kesehatan Kota Tegal menggelar pertemuan konsultasi publik Environmental Health Risk Assessment (EHRA), Senin (26/11) di Balai Pengobatan Penyakit Paru Paru (BP4) Tegal.  Hadir pada pertemuan tersebut antara lain OPD terkait, para lurah, Babinsa dan bhabinkamtibmas, kader kesehatan dan lainnya.

EHRA merupakan salah satu studi yang dilakukan Dinkes Kota Tegal. Data hasil studi EHRA bersifat faktual dan menggunakan metode pengumpulan data ilmiah yang digunakan untuk menyusun buku Pemetaan Kondisi Sanitasi.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Wiharto berharap melalui pertemuan tersebut dapat diinformasikan hasil studi EHRA, gambaran kondisi sanitasi dan perilaku masyarakat yang beresiko terhadap lingkungan di Kota Tegal.

Kepala Dinkes Kota Tegal dr. Sri Prima Indraswari mengungkapkan, EHRA merupakakan studi untuk memahami kondisi sanitasi lingkungan. Melalui konsultasi publik tersebut, kata dr. Prima, dapat meningkatkan pengetahuan kepada Pokja, terkait kondisi sanitasi dan higeinitas di Kota Tegal.

Output pertemuan ini, diperoleh gambaran umum tentang kondisi sanitasi, untuk advokasi masyarakat tentang pentingnya higenitas sanitasi.

Selain itu, dr. Prima menyampaikan bahwa, tahun 2018, Kota Tegal memiliki 9 kelurahan Open Defecation Free (ODF) atau bebas BAB sembarangan dengan rincian, tahun 2017, 1 Kelurahan dan 2018 sebanyak 8 kelurahan ODF.  Untuk tahun 2019, Dinkes Kota Tegal menargetkan 9 kelurahan sebagai kelurahan ODF.

Sementara itu, Kasi Penyehatan Lingkungan dan Kesehatan Kerja Dinkes Kota Tegal Siti Halamah dalam paparannya mengatakan, metode yang digunakan pada studi EHRA adalahh survey lapangan dengan menggunakan sample sebanyak 2000 rumah di Kota Tegal.

“Dari total tersebut, setiap RT di Kota Tegal sebanyak 5 rumah yang dijadikan sample secara acak”, kata Halamah.

Indikatornya antara lain, kata Halamah, sanitisinya seperti apa, pembuangan limbah seperti apa, sampahnya bagaimana, BABnya, cuci tangan pakai sabun atau tidak, perilaku penyediaan air minum, pengeloaan sampah dan air limbah bagaimana dan sebagainya.

“Hasilnya, 4 kelurahan di Kota Tegal masih tergolong strata 2 (kumuh sedang). Pada wilayah tersebut perilaku hygiene sanitasinya masih buruk”, pungkas Halamah.

Berita Lainnya

Tim Senam Kota Tegal Mewakili Jawa Tengah Berlaga di Jakarta.
Berita 20 Aug, 2017

Tim Senam Kota Tegal Mewakili Jawa Tengah Berlaga di Jakarta.

Tegal – Perhatian Pemerintah Kota dalam hal ini Walikota Tegal, KMT. Hj. Siti Masitha Soeparno  terhadap talenta dan bibit unggul…

Wasekjen DPP Hanura: Kader Partai Harus Tegak Lurus Ikuti Keputusan DPP
Berita 09 Jan, 2018

Wasekjen DPP Hanura: Kader Partai Harus Tegak Lurus Ikuti Keputusan DPP

TEGAL-Wakil Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Partai Hanura Afifudin memerintahkan seluruh kader partai Hanura, tidak ada satupun kader partai yang…

1.052 Peserta PBI JK BPJS Kesehatan Di Nonaktifkan
Berita 01 Aug, 2019

1.052 Peserta PBI JK BPJS Kesehatan Di Nonaktifkan

Sebanyak 1.052 Peserta Segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan (JK) (PBI Non BDT) Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kota…

Lewat Poster, FANTRI Suarakan Hak Anak
Berita 06 Aug, 2017

Lewat Poster, FANTRI Suarakan Hak Anak

TEGAL - Minggu (6/8) pagi di area Pantai Alam Indah (PAI) Tegal tepatnya di halaman Kampung Seni PAI Tegal berkumpul…

Kembali, Kota Tegal Sabet Penghargaan
Berita 27 Nov, 2018

Kembali, Kota Tegal Sabet Penghargaan

Setelah beberapa kali Kota Tegal menyabet penghargaan dibidang pelayanan publik, kini kota Tegal kembali menyabet penghargaan dari Kementrian Pendayagunaan Aparatur…

Doa Istri Terkabul, Imam dapat Hadiah Motor jalan Sehat KORPRI
Berita 26 Nov, 2017

Doa Istri Terkabul, Imam dapat Hadiah Motor jalan Sehat KORPRI

Seperti dikabulkan doa istrinya, Imam Sugiarto (35), warga kelurahan Slerok mendapatkan hadiah sebuah sepeda motor Vario, dalam acara jalan sehat…

Most from this category