OJK Minta Literasi dan Inklusi Perbankan Syariah Ditingkatkan

TEGAL –Kepala OJK Tegal Ludy Arlianto meminta literasi dan inklusi perbankan syariah perlu ditingkatkan kembali. Sebab sesuai hasil survei nasional literasi dan inklusi keuangan syariah  yang sudah dilakukan survei terakhir pada tahun 2016, hasilnya indeks literasi secara nasional masih tergolong  sangat rendah untuk syariah.

“Dalam hal ini OJK meminta perhatian khususnya terkait indeks literasi secara nasional masih rendah masih diangka 8,11 persen. Jadi kalau kita merasa jualan syariah agak sulit walaupun penduduk kita muslimnya banyak, disebabkan lliterasinya memang masih sangat rendah,” ungkap Ludy saat Tasyakuran Relokasi Kantor BTN KCS Tegal pada Selasa (13/11) malam.

Hadir Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah (Setda) Kota Tegal Dra. Isritati yang mewakili Walikota Tegal Drs. HM. Nursholeh, M.MPd, Lina Yunitha, S.E Kepala Satuan Layanan Administrasi Kantor Bank Indonesia Perwakilan Tegal, AKP Arifin, SH, Kepala Satuan Intelkam Polresta Tegal mewakili Kapolresta Tegal, Departemen Head Divisi Syariah BTN Iskandar, Agus Fajaryanto Deputi BTN Kantor Wilayah VI dan  Kurnia Muhammadi Branch Manager BTN KCS Tegal.

Disebutkan Ludy, saat ini dunia perbankan syariah sudah masuk jebakan trap 5 persen sehingga sangat sulit untuk tumbuh lagi. Jadi memang dunia perbankan syariah harus mundur sedikit untuk melangkah kedepan bagaimana kita bisa melangkah satu lompatan

“Untuk itu investasi dibidang edukasi dan sosialisasi harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pertumbuhan bisnis syariah itu sendiri. Syariah harus menjadi bagian kebutuhan dari umat muslim itu sendiri, jadi kalau kita muslim pilihan nomor satu seharusnya syariah bukannya konvensional,” jelas Ludy.

Disebutkan Ludy, saat ini industri keuangan syariah masih di angka 11,06. Ada gap atau kesenjangan antara indeks literasi dan indeks inklusi. Sebab akses atau penggunaannya ketika ada orang yang tidak paham tetapi membeli produk syariah.

“Itu namanya fundamentalis, ngerti tidak ngerti yang penting syariah, tidak penting mahal yang penting syariah. Ada ruang disitu. Namun memang secara konsep literasi harus ditingkatkan kalau memang kita ingin menjual dengan mudah produk syariah, pesan kami bisa berkerja sama,” ungkap Ludy yang juga akan berencana untuk mendirikan masyarakat syariah di Kota Tegal segera yang diharapkan akan segera direalisasikan pada akhir November ini. Dalam forum tersebut, Ludy bertindak sebagai ketua masyarakat syariah di Kota Tegal.

Mengenai perkembangan terkini perbankan syariah di wilayah Jawa Tengah, Ludy menyebutkan data bahwa sesuai laporan keuangan perbankan syariah pada posisi bulan Agustus 2018 total aset perbankan syariah di Jawa Tengah telah meningkat sebesar 3086 miliar, atau 14,15 persen year to year (YoY).

Disebutkan Ludy, hal ini didukung pertumbuhan dari dana pihak ketiga yang meningkat signifikan di tengah zaman yang susah di level 11,96 atau secara nominal 1896 miliar dan ada pertumbuhan pembiayaan sebesar 17,78 persen.

Dengan mencermati data perkembangan perbankan syariah di wilayah Jawa Tengah, Ludy mengatakan bahwa kontribusi perbankan syariah di wilayah Kota Tegal masih sangat cukup menantang untuk terus ditingkatkan. Pada  posisi bulan Agustus 2018 total aset di wilayah Kota Tegal sebesar 1,1 triliun atau berkontribusi sebesar 4,81 dari total aset di jawa Tengah.

Untuk penghimpunan dana pihak ketiga sebesar 609 miliar atau berkontribusi sebesar 3,43 persen dari total dana pihak ketiga di Jawa Tengah.

“Jangan dilihat angkanya masih 3 persen tetapi lihat ada ruang pertumbuhan yang cukup besar. Mudah-mudahan kantor yang baru membawa semangat baru dan membawa nilai-nilai baru. Saya pribadi ingin melihat bahwa syariah ini cukup berbicara banyak. Mudah-mudahan bisa tercapai,” harap Ludy.

Ludy berharap BTN syariah bisa berperan dalam pembangunan ekonomi daerah dalam rangka mencapai visi perbankan syariah yakni mewujudkan perbankan syariah yang berkontribusi secara signifikan dalam pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, pemerataan pembangunan dan stabilitas sistem keuangan serta berdaya saing tinggi. (*)

Berita Lainnya

Pringgitan Digerudug Seniman
Berita 03 Aug, 2018

Pringgitan Digerudug Seniman

Seniman Kota Tegal, dari berbagai kalangan berkumpul di Pringgitan, Kamis (2/8), bukan tanpa sebab, mereka berkumpul, atas undangan Plt. Wali…

Plt. Walikota Tegal Himbau Pelaku Tranportasi Online Tidak Rugikan Pelaku Mode Tranportasi Konvensional
Berita 11 Sep, 2017

Plt. Walikota Tegal Himbau Pelaku Tranportasi Online Tidak Rugikan Pelaku Mode Tranportasi Konvensional

TEGAL- Dalam pertemuannya dengan massa Aliansi Tranpotasi Tegal (ATT) Plt. Walikota Tegal mengambil sikap menghimbau kepada pelaku tranportasi berbasisi on…

Usai Cuti Lebaran, Pemkot Tegal Laksanakan Apel
Berita 10 Jun, 2019

Usai Cuti Lebaran, Pemkot Tegal Laksanakan Apel

Tegal - Apel bersama ASN di lingkungan Pemerintah Kota Tegal di laksanakan usai cuti bersama Hari Raya Idul Fitri Senin (10/6/2019) di…

Film Turah Wakili Indonesia di Ajang Piala Oscar, Jadag: Rasane Cop-copan
Berita 22 Sep, 2017

Film Turah Wakili Indonesia di Ajang Piala Oscar, Jadag: Rasane Cop-copan

TEGAL-Film Turah karya sutradara Wicaksono Wisnu Legowo mewakili Indonesia ke ajang piala Oscar 2018. Film drama menggunakan bahasa Tegal produksi…

Sepeda Motor VS Bus Pariwisata, Satu  Pengendara Motor Tewas Terlindas
Berita 16 Jan, 2018

Sepeda Motor VS Bus Pariwisata, Satu Pengendara Motor Tewas Terlindas

TEGAL - Pengendara motor tewas terlindas Bus Pariwisata  di Jalan Jalingkut, Kelurahan Kraton, Kecamatan Tegal Barat, Selasa (16/01) sekitar pukul…

Randa Keli dan Gemblep hadir di Jalan Pemuda Kota Tegal
Berita 13 May, 2017

Randa Keli dan Gemblep hadir di Jalan Pemuda Kota Tegal

TEGAL – Ada yang berbeda di Jalan Pemuda Kota Tegal atau di depan DPRD lama Kota Tegal, Sabtu (13/5) pagi…

Most from this category