Cerita Bakri, Pejuang 45 Kala Bertempur dengan Belanda

TEGAL-Bakri (87), warga Jalan Cempaka No.24 Kelurahan Kejambon, Kota Tegal, adalah mantan anggota Badan Keamanan Rakyat (BKR) Laut Tegal.  Bakri menceritakan, saat Hiroshima dan Nagasaki di bom, pasukan Jepang kembali ke negaranya.

Kala itu, para pemuda Idonesia mulai bangkit, dengan mendirikan kelompok-kelompok seperti BKR Laut, TKR, Gotri, Pasukan Siliwangi, GPII dan Laskar Rakyat. BKR Laut pada saat itu dipimpin oleh Letnan Mustika Alam, wakilnya Yaqob Mangunkusumo yang bermarkas di Gedung Rakyat Tegal dikawasan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tegal.

Pada pertengahan tahun 1945-1946, pasukan yang dipimpin Darwis Djamin dari Padang, Sumatera Barat, datang ke Tegal untuk bergabung dengan pasukan BKR Laut. Bersatunya BKR laut bersama rombongan Pak Darwis menjadi lebih kuat membentuk Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) Corps Armada (CA) IV.

“BKR Laut mengatur strategi, bagaimana caranya bisa lebih kuat, menjadi ALRI CA IV  yang dipimpin Pak Darwis dari Padang, Sumatera Barat dan Wakilnya Pak Marsis, dari Sulawesi Selatan. Itu awal berdirinya ALRI CA IV pada 1 Desember 1946”, kata Bakri.

Bakri menambahkan, setelah ALRI CA IV terbentuk, kemudian mendirikan sekolah marinir di Kalibakung, Kabupaten Tegal dan di Jalan Kapten Ismail, yang saat ini SMA PIUS, dan dapur umur, saat ini adalah gudang PT. Gudang Garam.

Setelah mejadi besar, kata Bakri, bergabung pasukan dari Losari, Tanjung, Bulakamba, Tegal, Suradadi, Pemalang, Batang dan mendirikan pos pejagaan di tepi laut. Pada tanggal 1 Mei 1947, Pak Darwis kembali lagi ke Padang, Sumatera Utara dan digantikan oleh Sunaryo Suryo Putro terkenal dengan nama Sunar.

Setelah itu, pada 27 Juli 1947, pukul 09.00 pagi, kapal induk milik pasulan Amerika menembakan rudal dari laut dan menyasar ke rumah penduduk di kawasan sekitar kejambon (sekitar 200 meter selatan TMP Pura Kusuma Tegal) hingga hancur. “Kalau pelurunya terkena (menyasar) Water Ledeng, maka Tegal akan banjir”, imbuh Bakri.

Setelah itu, pada pukul 11.00 siang, usai pasukan Amerika meluncurkan rudal, tank Sekutu dari arah selatan masuk untuk menyerang Tegal. Kala itu tentara Sekutu diboncengi Belanda yang berniat kembali untuk menjajah Indonesia.

“Itu tentara Sekutu,  Belanda mbonceng sama Amerika Serikat. Begitu tahu ada pasukan, Saya (Bakri) pakai mobil chevrolet dari Pagongan pergi ke arah timur sampai Suradadi, hingga ke Karangmalang. Di Karangmalang, kami mempertahankan pasukan. Saat Belanda di Tegal, Saya bersama Letnan Ali Sadikin, MayorLaut Suhadi berkumpul di Karangmalang ”, terang Bakri, yang masih ingat suara mesin-mesin tank tersebut.

Wilayah Karangmalang masih hutan belangkara dan terdapat hanya beberapa rumah. Kata Bakri, tidak lama kemudian, keberadaannya tercium oleh Belanda kemudian ke Penggarit, Pemalang untuk mempertahankan hingga diserang oleh pasukan Belanda menggunakan pesawat, saat itu pasukan ALRI CA IV banyak yang gugur dan dimakamkan di Penggarit.

Merasa kurang aman, Pasukan ALRI CA IV hijrah ke Watu Kumpul, Pemalang, lalu diserang oleh Belanjda kembali. Pasukan ALRI kemudian hijrah menuju Wonosobo melalui rute Kajen, Peninggaran, Kalibening, Karangkobar, Banjarnegara, Purbalingga.

Setelah di Wonosobo, Pasukan ALRI CA IV dipimpin oleh Mayor Sunaryo Suryo Putro berubah  menjadi Resimen Samudra Divisi I Diponegoro CA IV. Kemudian, pada tahun 1948 Belanda menyerang Jogjakarta. Pasukan dari Jogjakarta mundur ke Wonosobo, Tarakan dan Temanggung.

Pasukan banyak berkumpul di Wonosobo, kemudian Mayor Sunaryo Suryo Putro bersama Letnan Ali Sadikin, Mayor Agus Subekti, Haryono Nimpuno mengerahkan pasukan menuju ke daerah Kali Bening, Pekalongan mendirikan SWKS V sektor Slamet.

“Disitu (Kali Bening), hawanya (suasana) enak, kalau sore pergi ke warung nasi goreng, lalapnnya petai sama jengkol, merasa nikmat sekali”, ujar Bakri, sambil tersenyum membayangkan kenikmatan kala itu.

Akhir tahun 1949 terjadi Konferensi Meja Bundar di Den Haag, Belanda, kemudian terdapat genjatan senjata. Pasukan dari Kali Bening, hijrah menuju Batang untuk berkumpul dengan pasukan. Saat itu, ungkap Bakri, Mayor Agus Subekti memberikan wejangan (pesan). “Siapa yang mau terus mengabdi ke Surabaya atau ke Jakarta”, terang Bakri.

Saat itu, kata Bakri, Mayor Agus Subekti bersama pasukannya ke Surabaya. Letnan Ali Sadikin ke Jakarta bersama pasukannya. Karena masih punya orang tua, Bakri kala itu pulang untuk berpamitan untuk ke Jakarta. Setelah pamit dengan orang tua, dan tidak diijinkan. Sejak itu Bakri berhenti dari pasukan ALRI CA IV.

Selain itu, Bakri juga menceritakan, Gedung Rakyat dahulu digunakan sebagai hiburan Pasukan Belanda. Gedung Lanal Tegal (saat ini) dahulu adalah National Hadels Bank NV, sebuah bank Belanda, sedangkan gedung DPRD Kota Tegal (saat ini) adalah Markas ALRI CA IV yang dipimpin Mayor Laut Suhadi, Letnan Ali Sadikin, Mayor Agus Subekti.

Sementara itu, Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Tegal Lantamal V Letkol Laut (P) Agus Haryanto SE, M.Tr.Hanla, mengungkapkan ketika Indonesia merdeka, membutuhkan badan yang dapat melindungi rakyat baik darat, laut, udara.

Kota Tegal mulai dibentuk kekuatan laut karena daerah kain kondisinya belum stabil, seperti di Surabaya, pada 10 November 1945 terjadi pertempuran antara tentara sekutu dengan arek-arek Subaraya. Pada 14-19 Oktober 1945 terjadi pertempuran 5 hari di Semarang. Sehingga di Kota Tegal di pilih oleh pendahulu (para Pejuang) untuk merintis kekuatan yang disebut BKR Laut.

“Pendahulu kita yang mendirikan BKR Laut itu dari pelaut, mereka yang bekerja disektor maritim, pelayaran, dan sebagainya. Sehingga Kota Tegal dikenal dengan Kota Bahari dan cikal bakal pelaut, Angkatan Laut ya disini (Kota Tegal)”, kata Danlanal Tegal, Letkol Laut (P) Agus Haryanto.

Danlanal Tegal, Letkol Laut (P) Agus Haryanto menambahkan, daerah Kalibakung, Kab. Tegal, menjadi salah satu saksi sejarah lahirnya Angkatan Laut. Dilokasi tersebut digunakan untuk berlatih dan saat ini terdapat monument yang menjadi simbol perjuangan Angkaran Laut.

Banyak pemuda merasa tertarik bergabung menjadi BKR Laut, maka kegiatan pelatihan di Kalibakung dikenal dengan sebutan Sekolah Opsir. “Dahulu ditempat tersebut digunakan untuk latihan, untuk mempertahankan kemerdekaan sampai dengan adanya agresi militer Belanda”, kata

Harapannya nanti semua petilasan atau simbol-simbol yang memiliki nilai sejarah, bisa menjadi pelajaran untuk generasi penerus, kita akan merangkai kembali mozaik-mozaik sejarah Angkatan Laut di Kota Tegal agar semakin dikenal.

Kedepan, di Kalibakung, Kab. Tegal, akan digunakan untuk tempat pembinaan para generasi muda, seperti Pramuka Saka Bahari, ormas, instansi. Area tersebut rencana akan dikembangkan Bumi Perkemahan, Training Centre, Sanggar Saka Bahari dan sarana sarana lain yang mendukung pemberdayaan wilayah pertahanan laut sehingga secara optimal memberikan manfaat di kalangan masyarakat luas.

Secara historis bahwa, lokasi tersebut menjadi saksi bisu sejarah Perjuangan ALRI CA (Corp Armada) IV melawan agresi militer Belanda. Selain itu, juga dijadikan Sekolah Opsir para Perwira ALRI. Sekolah Opsir merupakan cikal bakal Akademi Angkatan Laut di Surabaya.

“Nilai-nilai perjuangan akan diajarkan, agar masyarakat sadar bahwa, perjuangan sampai dengan saat ini harus diteruskan dan dipertahankan”, pungkas Letkol Agus Haryanto (Sapaan akrab, Danlanan Tegal).

Berita Lainnya

Peringatan HALUN Kota Tegal di Ramaiakan dengan Apel dan Senam Bersama Ribuan Lansia
Berita 02 Aug, 2017

Peringatan HALUN Kota Tegal di Ramaiakan dengan Apel dan Senam Bersama Ribuan Lansia

TEGAL- Apel dan senam bersama meriahkan Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HALUN) ke 21 di Kota Tegal yang berlangsung di…

Pendidikan Karakter Melalui Gerakan Literasi Sekolah
Berita 24 Mar, 2017

Pendidikan Karakter Melalui Gerakan Literasi Sekolah

TEGAL -  Penyelenggaraan Seminar Nasional di Universitas Pancasakti Tegal pada Kamis (23/3) yang diselenggarakan oleh Progdi Pendidikan Bahasa Sastra Indonesia…

Kuliner Tegal Jadi Daya Tarik Wisatawan
Berita 19 Mar, 2017

Kuliner Tegal Jadi Daya Tarik Wisatawan

TEGAL-Pencanangan Tegal sebagai kota kuliner membuat daya tarik wisatawan lokal dan mancanegara. Terlihat ribuan warga Kota Tegal dan sekitanya memadati…

Hebat! Ini Dia Bentuk Gapura Asian Games Slerok Yang Juara Nasional
Berita 29 Aug, 2018

Hebat! Ini Dia Bentuk Gapura Asian Games Slerok Yang Juara Nasional

TEGAL – Pesta olahraga terbesar di Asia saat ini sedang melanda warga Asia, terlebih warga Indonesia, karena Indonesia menjadi tuan…

Jelang Hari Raya, Walikota Tegal Serahkan Ratusan Bingkisan Sembako.
Berita 22 May, 2019

Jelang Hari Raya, Walikota Tegal Serahkan Ratusan Bingkisan Sembako.

TEGAL-Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1440 H Tahun 2019 Pemerintah Kota Tegal memberikan bingkisan sembako kepada ratusan Penyandang Masalah Kesejahteraan…

Warga Pesengkongan Tarhim Bersama Walikota Tegal
Berita 16 Jun, 2017

Warga Pesengkongan Tarhim Bersama Walikota Tegal

TEGAL – Pelaksanaan Tarawih dan Silaturahim (Tarhim) bersama masyarakat Kota Tegal pada Kamis (15/6) bertempat di Masjid Al Hikmah di…

Most from this category