MOS, Peserta Didik PAUD/RA Sakila Kerti Pakai Topi Litetasi, Ini Filosofinya

TEGAL-Masa Orientasi Siswa (MOS) atau Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah pada Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)/RA Sakila Kerti dilaksanakan selama tiga hari, sejak Senin (16/7) sampai dengan Rabu (18/7), esok.

Berbagai pernak-pernik kreatifitas menghiasi pelaksanaan MOS itu. Salah satunya adalah topi. Topi yang terbuat dari karton ini, dihias sedemikian rupa ternyata memiliki filosofi sendiri. Ada model topi seperti kelinci, topi dengan model kerucut yang dihiasi aneka pernak pernik dan sebagainya.

Kepala PAUD/RA Sakila Kerti, Kusnani, S.Pd., mengatakan bahwa topi dikenakan diatas kepala yang disimbolkan seperti halnya mahkota.

“Anak merupakan mahkota. Topi itu dapat disimbolkan dan anak merupakan masa depan kita bersama,” kata Kusnani, Selasa (17/7).

Kusnani, menambahkan, pada PAUD/RA Sakila Kerti jumlah anak didiknya tidak banyak, hanya 41 anak. Hal itu sengaja, yang utama adalah mutu pendidikan. Jika anak didik sedikit, maka lima orang guru dapat membimbing anak didik semua.

Pengelola PAUD/RA Sakila Kerti Sismiati, M.MP.d, menjelaskan bahwa, Masa Orientiasi Siswa (MOS) tersebut adalah wujud sekolah untuk memberikan edukasi kepada peserta didik. Selain itu, orang tua juga dapat ikut mengawal proses pendidikan anak di tingkat PAUD.

Sementara itu, Pembuna PAUD/RA Sakila Kerti Doktor Yusqon mengungkapkan, materi yang diajarkan berbeda-beda pada masa pengenalan lingkungan sekolah. Ada doa-doa, bagaimana berbakti kepada orang tua, lalu peduli terhadap teman, lingkungan dan sebagainya.

Pada masa pengenalan lingkungan sekolah ini, para orang tua datang mendampingi anak-anaknya. Ini adalah moment bahwa pendidikan saling mengikat antara orang tua dan anak.

Misal, anak-anak diajarkan membuang sampah pada tempatnya, akan tetapi di rumah tidak ada tempat sampah. Maka orang tua pun harus ikut mendukung, untuk menyediakan tempat sampah di rumah.

“Budaya edukasi yang diterapkan di sekolah, Kami berharap orang tua juga ikut mengawal”, pungkas Doktor Yusqon.

Berita Lainnya

BMKG: Curah Hujan Masih Tinggi hingga Maret
Berita 12 Feb, 2018

BMKG: Curah Hujan Masih Tinggi hingga Maret

TEGAL-Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kota Tegal memprediksi curah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat akan terus mengguyur wilayah…

1.052 Peserta PBI JK BPJS Kesehatan Di Nonaktifkan
Berita 01 Aug, 2019

1.052 Peserta PBI JK BPJS Kesehatan Di Nonaktifkan

Sebanyak 1.052 Peserta Segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan (JK) (PBI Non BDT) Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kota…

DPMPTSP Gelar Matchmaking Pelaku UMK dan Pengusaha
Berita 28 Aug, 2018

DPMPTSP Gelar Matchmaking Pelaku UMK dan Pengusaha

TEGAL-Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM PTSP) Kota Tegal gelar matchmaking antara pelaku usaha mikro dan kecil…

Baca Angka Secepat Baca Kata Melalui Matematika Detik
Berita 12 May, 2017

Baca Angka Secepat Baca Kata Melalui Matematika Detik

TEGAL – Jagad keilmuan terus berkembang dengan pesat, penemuan demi penemuan satu persatu muncul bagai arus gelombang pasang. Mulai bidang…

BPBD Himbau Masyarakat Hindari Pemicu Kebakaran
Berita 01 Aug, 2017

BPBD Himbau Masyarakat Hindari Pemicu Kebakaran

TEGAL- Kepala Badan Penanggulangan Daerah Kota Tegal Imam Sofwan melalui Kasi Kedaruratan dan Logistik Andri Yudi menyampaikan masyarakat dihimbau untuk…

Pembukaan Masa Musrenbang dan Sosialisasi Publik Rancangan Awal RKPD Provinsi Jawa Tengah tahun 2018
Berita 07 Feb, 2017

Pembukaan Masa Musrenbang dan Sosialisasi Publik Rancangan Awal RKPD Provinsi Jawa Tengah tahun 2018

Semarang – Pembukaan Masa Musrenbang dan Sosialisasi Publik Rancangan Awal RKPD Provinsi Jawa Tengah tahun 2018 di mulai, bertempat di…

Most from this category