Sepuluh Bidang Tanah Pemkot Dilelang

TEGAL – Sepuluh bidang tanah yang ada di Kelurahan Krandon, Kecamatan Margadana, milik Pemerintah Kota (Pemkot) dilelang kepada petani. Lelang tersebut adalah dengan sewa sepuluh hak pakai tanah berdasarkan sertifikat. Besaran sewa setiap tahun Rp 1 juta dan dibayarkan melalui bank, sesuai aturan.

Kasie Tanaman Pangan Dinas Kelautan, Perikanan, Pertanian dan Pangan Santoso dalam dialog tersebut menyampaikan untuk lelang sewa kepada petani di Kelurahan Krandon ada sepuluh hak pakai berdasarkan sertifikat atau sepuluh bidang. Untuk harga setiap bidang berdasarkan rumus ketentuan dari Permenkeu rata-rata Rp 1 juta perbidang selama satu tahun.
Hal itu pun tergantung kesuburan tanahnya. Jadi sewa lelang tersebut ada kelasnya, tergantung subur dan tidaknya lahan.

“Ketika sudah terjadi kesepakatan untuk sewa lahan, pembayaran dari petani dapat disetorkan ke bank,” terang Santoso, Senin (7/5).

Kemudian untuk pengerjaan setiap bidang bisa dikerjakan sekitar tiga orang atau lebih. Tetapi kalau kondisi banjir seperti beberapa bulan yang lalu terjadi. Harga sewa tetaplah sama, karena tidak ada ketentuan yang menganturnya. Sehingga setiap bidang yang sudah disewa petani diberi kebebasan untuk ditanami berbagai jenis tanaman yang menguntungkan. Tentu dengan berbagai tanaman seperti padi atau bawang merah sewa tanah dengan harga tersebut tidaklah mahal.

“Saya sebagai petugas dan sesuai aturan tidak berani memberikan kompensasi meskipun kemarin sempat terjadi banjir. Karena tidak ada aturan yang mengantur soal itu dan harga sewanya pun sama kayak tahun kemarin, tidak ada perubahan,” ujar Santoso.

Sementara itu, Lurah Krandon Teguh Supriyanto mengungkapkan bahwa pertemuan tersebut dilakukan untuk mencari titik temu terhadap nilai harga yang akan disepakati. Kemudian ketika terjadi permasalahan maka segera untuk diselesaikan. Itulan fungsi dari pertemuan antara petani dengan petugas. Semoga ada kesepakatan antara petani dan DKPP dari dialog tersebut.

“Karena pelaksanaan proses lelang tersebut ada aturan yang jelas ketika dilakukan, termasuk besaran lelangnya,” ungkap Teguh Supriyanto.

Berita Lainnya

Pelestarian Budaya Tegal melalui Sampak Tegalan
Berita 25 Apr, 2017

Pelestarian Budaya Tegal melalui Sampak Tegalan

TEGAL – Banyak ragam untuk melestariakn suatu kesenian dan kebudayaan diseuatu daerah. Seperti yang dilakukan oleh Kampung Seni PAI Tegal,…

Walikota Tegal Pantau Pelaksanaan Ujian Nasional Tingkat SD/MI.
Berita 15 May, 2017

Walikota Tegal Pantau Pelaksanaan Ujian Nasional Tingkat SD/MI.

Tegal – Secara umum pelaksanaan Ujian Nasional di Kota Tegal berjalan lancar, mulai dari tingkat SLTA, SLTP dan hari ini…

Calhaj Ikuti Manasik Haji Massal
Berita 24 Jul, 2017

Calhaj Ikuti Manasik Haji Massal

TEGAL- Jemaah Calon Haji Kota Tegal mengikuti manasik haji massal yang diselenggarakan Kantor Kementerian Agama Kota Tegal, Senin (24/7). Kegiatan…

Apa itu PUSKESWAN?
Berita 19 Jan, 2017

Apa itu PUSKESWAN?

TEGAL - Masalah kesehatan harus dipandang sebagai masalah semesta, yang memerlukan pendekatan. Masalah kesehatan bukan hanya monopoli untuk manusia saja,…

Sebanyak 60 Guru SD Negeri di Kota Tegal Ikuti Diklat Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Berita 08 Aug, 2017

Sebanyak 60 Guru SD Negeri di Kota Tegal Ikuti Diklat Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan

TEGAL- Sedikitnya, 60 Guru SD se Kota Tegal mengikuti Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan Guru Sekolah Dasar yang…

Doa Bersama Walikota Tegal Dengan Anak Yatim.
Berita 24 Mar, 2017

Doa Bersama Walikota Tegal Dengan Anak Yatim.

Tegal – Rasa syukur bisa diungkapkan dengan banyak hal, dalam kegiatan Doa Bersama Walikota Tegal Dengan Anak Yatim non panti,…

Most from this category