KPU Sasar Berbagai Kelompok Masyarakat

TEGAL – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tegal menyasar 30 kelompok masyarakat untuk menjadi target sosialiasi Pilkada. Selain itu, TPS khusus dan daerah terpencil juga akan dipersiapkan.
Untuk mencapai target 77 persen pemilih pada Pilkada tahun 2018.

Divisi SDM dan Parmas Kota Tegal Thomas Budiono dalam materinya menyampaikan bahwa sosialiasi Pilkada tersebut akan terus dilakukan sampai menjelang hari pencobolosan. Karena sampai pada saat ini KPU sudah melakukan sosialisasi kepada 30 kelompok organisasi masyarakat. Tidak hanya kelompok organisasi masyarakat saja untuk target sosialiasi. Tetapi pelajar dan seni budaya juga menjadi bagian dari target tersebut. Bahkan daerah terpencil seperti Kampung Tirang dan tempat umum keramaian Care Free Day (CFD) juga menjadi bagian dari sasaran sosialisasi. Dengan harapan komponen masyarakat mendapatkan informasi tentang semua hal yang berkaitan dengan Pilkada.

“Hal itu untuk mewujudkan kelompok masyarakat yang cerdas memilih ketika nanti memasuki TPS. Karena kami sudah memberikan semua informasi tentang Pilkada,” kata Thomas Budiono.

Thomas Budiono menambahkan dengan begitu maka masyarakat dapat menjadi pemilih yang cerdas secara rasional dalam menentukan pilihanya. Kemudian daerah terpencil seperti Kajongan dan Kampung Tirang juga akan menjadi target sosialisasi untuk daerah terpencil. Bahkan TPS Khusus untuk LP , komplek Rusunawan dan semua Rumas Sakit (RS) juga akan disiapkan. Sedangkan dalam sosialisasi tersebut KPU menekankan PMI sebagai organisasi tertinggi untuk para pendonor darah agar meneruskan sosialisasi ini sampai kebawah. Seperti yang dilakukan KPU selama ini untuk sosilaisasi yang dilakukan dari tingkat kota sampai RT dan RW.

“Untuk TPS Khusus nanti akan diberdayakan dari yang dekat dengan lokasi RS. Jadi semua kita berdayakan untuk melayani tempat-tempat khusus dan akan difasilitasi,” terang Thomas.

Kemudian Panwaslu Kota Tegal Bidang SDM Nurbaeni menyampaikan dalam sosialisasi tersebut Panwas berharap agar masyarakat ikut berperan serta menjadi pemilih partisipasif. Supaya ketika terjadi pelanggaran tidak hanya diam atau melakukan share ke medsos. Tetapi harus segera dilaporkan kepada Panwas agar segera dilakukan tindakan penangganan.

“Kami berharap masyarakat menjadi pemilih partisipasif dengan mengawasi, memantau dan melaporkan apabila terjadi pelanggaran,” ujar Nurbaeni.

Berita Lainnya

Kemeriahan Color Fest di PHB Accounting Days
Berita 03 Oct, 2018

Kemeriahan Color Fest di PHB Accounting Days

TEGAL – Accounting Days kembali digelar oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi (Himaprodi) Akuntansi Politeknik Harapan Bersama (PHB). Accounting Days ke-4th…

Dedi-Jumadi Hadiri Rapat Paripurna Istimewa Usulan Pengesahan Pengangkatan Walikota dan Wakil Walikota Tegal Terpilih.
Berita 12 Nov, 2018

Dedi-Jumadi Hadiri Rapat Paripurna Istimewa Usulan Pengesahan Pengangkatan Walikota dan Wakil Walikota Tegal Terpilih.

TEGAL- Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Tegal terpilih Dedi Yon - Jumadi hadir dalam Paripurna DPRD Kota Tegal yang…

Kembali ke Rumah, Kang Nur Disambut Warga Dengan Gayeng
Berita 24 Mar, 2019

Kembali ke Rumah, Kang Nur Disambut Warga Dengan Gayeng

Tegal - Setelah purna menjabat sebagai Wali Kota Tegal 23 Maret 2019, Nursholeh atau yang akrab dipanggil Kang Nur kembali…

Kampung Seni Kembali Menggeliat
Berita 25 Dec, 2018

Kampung Seni Kembali Menggeliat

Setelah hampir dua tahun Kampung Seni yang merupakan salah satu wadah seniman kota Tegal berkreasi, mati suri, kini mulai menggeliat…

RT Nol RW Nol Dipentaskan Teater Sabili
Berita 13 Apr, 2019

RT Nol RW Nol Dipentaskan Teater Sabili

TEGAL - Teater Arena Taman Budaya Tegal (TBT) kembali menjadi saksi dari sebuah proses pementasan teater. Kali ini Teater Sabili…

Poltek Harber Kerjasama dengan MSU
Berita 24 Apr, 2019

Poltek Harber Kerjasama dengan MSU

TEGAL - Bekerja sama dengan Management & Science University (MSU), Politeknik Harapan Bersama (PHB) Tegal kini memiliki program kelas internasional.…

Most from this category